rendahnyaaktivitas dan hasil belajar siswa. Menurut Sardiman (2011:100) aktivitas belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Dalam kegiatan belajar, kedua aktivitas itu harus selalu berkait. Sedangkan menurut Kunandar (2011:277) yang menyatakan bahwa aktivitas belajar adalah keterlibatan peserta didik
Observasi adalah kegiatan yang patut Anda pahami jika ingin melakukan penelitian terhadap suatu objek. Teknik ini dapat membantu Anda mengumpulkan berbagai data primer atau informasi penting untuk tujuan tertentu. Kelebihannya, metode observasi diketahui bersifat faktual dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika ingin tahu lebih lengkap, berikut telah Populix rangkum mulai dari pengertian observasi, ciri, tujuan, manfaat, hingga kelebihan dan kekurangannya. Yuk, langsung saja simak pembahasannya di bawah ini! Pengertian Observasi Secara bahasa, pengertian observasi adalah memperhatikan atau melihat. Bila dijabarkan, observasi adalah aktivitas yang dilakukan untuk mengamati secara langsung suatu objek tertentu dengan tujuan memperoleh sejumlah data dan informasi terkait objek tersebut. Akan tetapi, jika berdasarkan beberapa ahli, pengertian observasi sangatlah kompleks. Misalkan saja menurut Patton, ia menjelaskan bahwa observasi adalah suatu metode yang bersifat akurat dan spesifik guna mengumpulkan data dan mencari informasi terkait segala kegiatan objek penelitian. Sementara, Larry Christensen mengartikan observasi sebagai suatu cara untuk memperoleh informasi penting terkait seseorang. Sebab, apa yang dikatakan belum tentu sama persis dengan yang dikerjakan. Lalu, ada pula Margono, ia menyebutkan bahwa pengertian observasi adalah suatu teknik untuk melihat atau mengamati berbagai perubahan fenomena sosial yang terus tumbuh dan berkembang. Ciri-Ciri Observasi Agar lebih paham mengenai pengertian observasi, berikut ini terdapat sejumlah karakteristiknya. 1. Objektif Observasi pada dasarnya wajib bersifat objektif atau harus diamati secara langsung dengan berdasarkan kondisi objek tunggal yang nyata. 2. Faktual observasi juga harus dilakukan berdasarkan fakta dan hasil pengamatan yang dilakukan di lapangan, serta kebenarannya sudah dibuktikan tanpa ada dugaan tidak jelas. 3. Sistematis Observasi wajib dilaksanakan sesuai rencana atau metode yang telah ditentukan sedari awal dan tidak sembarangan. Baca juga Teknik Pengumpulan Data Kualitatif & Kuantitatif yang Tepat Jenis-Jenis Observasi Selain itu, observasi juga memiliki beberapa jenis. Adapun jenis-jenis observasi adalah sebagai berikut. 1. Observasi Sistematis Observasi sistematis merupakan jenis observasi yang dilakukan berdasar atas prosedur dan ketentuan yang telah dibuat sebelumnya. Biasanya, ketika ingin menggunakan tipe observasi ini, Anda harus menentukan terlebih dahulu faktor apa saja yang melatarbelakangi pengamatan tersebut sesuai kategorinya. 2. Observasi Partisipatif Sementara, pengertian observasi partisipatif ialah jenis pengamatan yang dilakukan secara aktif. Artinya, Anda wajib terlibat langsung dalam proses penelitian atau pengamatan agar dapat memahami dan memperoleh informasi dengan jelas. 3. Observasi Eksperimental Lalu, ada pula observasi eksperimental yang merupakan jenis pengamatan untuk suatu percobaan. Biasanya, tipe observasi ini ditujukan sebagai uji coba penelitian terhadap obejk tertentu. Namun, observasi eksperimental cenderung memerlukan lebih banyak waktu dan biaya. Fungsi dan Tujuan Observasi Mungkin Anda bertanya-tanya apa fungsi dan tujuan observasi? Secara mendasar, tujuan dan fungsi observasi adalah sebagai berikut. 1. Memperoleh Data dan Informasi Tujuan observasi yang utama ialah untuk memperoleh berbagai data dan informasi guna menjawab sejumlah permasalahan dalam penelitian. Ya, observasi adalah salah satu jenis teknik pengumpulan data yang bisa Anda gunakan, baik sebagai karya ilmiah maupun tidak. 2. Menarik Kesimpulan Selain itu, fungsi observasi juga sebagai metode praktis bagi peneliti agar bisa mendapat sebuah kesimpulan terkait objek yang menjadi kajian. Oleh karena itu, observasi memerlukan beberapa waktu dalam pelaksanaannya hingga nanti dapat menghasilkan suatu garis besar. 3. Menggambarkan Objek Terakhir, tujuan observasi adalah untuk membantu peneliti melihat dan mengamati objek penelitian menggunakan seluruh pancaindra. Sehingga, hasil penggalian data Anda akan jauh lebih akurat ketika digabungkan dengan teknik pengamatan lainnya. Baca juga Teknik Analisis Data Pengertian, Langkah, Jenis dan Contohnya Manfaat Observasi Setelah mengetahui fungsi dan tujuannya di atas, lalu sebetulnya apa kegunaan melakukan teknik observasi? Adapun berbagai manfaat observasi adalah sebagai berikut. Merekam suatu kejadian atau peristiwa cara runtut dan kronologis. Menjelaskan suatu kejadian atau peristiwa dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Hasil penemuan dapat ditafsirkan dengan mudah. Hasil observasi dapat membantu menginterpretasikan keadaan dunia nyata. Dapat digabungkan dengan teknik lain untuk menghasilkan laporan. Contoh Observasi Salah satu contoh observasi adalah misalkan Anda melakukan penelitian di suatu sekolah dasar. Kemudian, observasi Anda ialah terkait perilaku siswa terhadap cara mengajar guru. Akhirnya, Anda mengamati setiap proses pembelajaran di kelas dalam beberapa jangka waktu tertentu dengan menerapkan beberapa metode. Misalnya, Anda menerapkan metode kelompok selama satu minggu dan metode individual di waktu lain. Lalu, nantinya Anda akan menarik kesimpulan terkait tingkah laku para siswa selama proses belajar mengajar tersebut berlangsung. Kelebihan dan Kekurangan Observasi Setiap metode tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, termasuk teknik observasi. Sebelum melakukan penelitian, ada baiknya Anda mengetahui sejumlah kelebihan dan kekurangan observasi berikut ini. Kelebihan Observasi Adapun kelebihan observasi adalah sebagai berikut. Dapat menghasilkan data secara langsung, entah itu melalui komunikasi verbal atau tidak. Dapat merekam perilaku perkembangan ataupun hal lainnya mengenai fenomena objek penelitian ketika kejadian sedang berlangsung. Memberikan hasil data atau informasi yang bersifat faktual, objektif, dan dapat dipertanggung jawabkan. Kekurangan Observasi Selain kelebihan di atas, Anda juga perlu mempertimbangan beberapa kekurangan observasi di bawah ini. Harus melalui proses pengamatan yang memakan waktu dan biaya. Tidak bisa dilakukan dalam satu waktu saja. Aktivitas pengamatan cenderung mengganggu persoalan pribadi, seperti terkait perilaku anak dalam menghadapi permasalahan orang tua. Sehingga, pengataman tidak dapat dilakukan secara maksimal. Dari penjelasan tersebut, bisa dilihat bahwa tujuan utama dilakukannya observasi adalah untuk memperoleh data di lapangan secara faktual dan objektif. Sayangnya, metode ini memerlukan waktu yang cukup lama agar mampu menghasilkan suatu kesimpulan. Itulah pembahasan lengkap mengenai pengertian observasi, ciri, jenis, manfaat, hingga kelebihan dan kekurangannya yang patut Anda ketahui. Baca artikel Populix lainnya untuk mendapat informasi menarik dan bermanfaat. Baca juga Pengertian Data Kualitatif, Teknik Pengumpulan Data & Analisis Fasilitasbelajar berperan dalam mempermudah kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. Kegiatan belajar siswa yang terselenggara dengan baik maka menghasilkan hasil belajar yang baik pula. Menurut Slameto (2013:88), agar dapat mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya maka siswa harus terlebih dahulu menyiapkan buku-buku yag diperlukan
Ilustrasi petani yang menyiram tanaman untuk meningkatkan produksi. Foto peningkatan produksi secara intensif dan ekstensif dalam bidang pertanian salah satunya adalah pengairan. Peningkatan produksi berarti memperluas suatu kegiatan produksi dengan maksud untuk meningkatkan produk baik secara kualitatif maupun secara peningkatan produksi secara kualitatif, yaitu aktivitas yang dilakukan untuk meningkatkan jenis mutu dan produk yang dijual. Sedangkan peningkatan produksi secara kuantitatif, yaitu aktivitas dalam meningkatkan jumlah Peningkatan Produksi secara Intensif dan EkstensifPeningkatan produksi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu ekstensifikasi dan intensifikasi. Berikut penjelasannya dikutip dari buku Ekonomi dan Akuntansi Membina Kompetensi Ekonomi karangan Eeng Contoh Peningkatan Produksi secara IntensifPeningkatan produksi dengan cara intensififikasi merupakan kegiatan perluasan produktivitas dari faktor produksi yang ada pada tiap unit produksi. Contoh peningkatan produksi secara intensif pada bidang pertanian, misalnya, pemupukan yang tercukupi, pengairan yang lebih intensif, penyiraman yang tepat, pemangkasan dahan, penyuluhan pada petani, pemilihan bibit unggul yang tepat, dan pemberantasan contoh peningkatan produksi secara intensif pada bidang industri, yaitu dengan pembagian kerja atau spesialisasi dalam bekerja. Selain itu, peningkatan kemampuan dan keahlian kerja, perbaikan manajemen, penggantian mesin lama dengan mesin yang lebih canggih, dan kerja sama antarperusahaan laman resmi intensifikasi pertanian banyak dilakukan di Pulau Jawa dan Bali yang mempunyai lahan pertanian sempit. Awalnya intensifikasi pertanian ditempuh dengan program pancausaha tani, yang meliputi kegiatan sebagai tanah yang baikPengairan atau irigasi yang teraturPemberantasan hama dan penyakit tanamanb. Contoh Peningkatan Produksi Secara EkstensifikasiPeningkatan produksi secara ekstensif adalah kegiatan perluasan produksi untuk meningkatkan mutu kualitas dan jumlah kuantitas yang dilakukan dengan cara menambah unit produksi peningkatan produksi secara ekstensif pada bidang pertanian, yaitu menambah area, tenaga kerja, dan bibit tanaman. Selanjutnya, memperluas lahan pertanian baru, misalnya, membuka hutan dan semak belukar di daerah sekitar rawa-rawa dan daerah pertanian yang belum dimanfaatkan, hingga membuka persawahan pasang rapat yang membahasa topik peningkatan produksi secara intensif dan ekstensif. Foto Lalu pada bidang bidang industri, yaitu dengan menambah gedung dan mesin produksi. Contoh peningkatan produksi secara ekstensif pada bidang jasa angkutan, misalnya, dengan menambah pertanian banyak dilakukan di daerah jarang penduduk seperti di luar Pulau Jawa. Khususnya di daerah tujuan transmigrasi, seperti Sumatra, Kalimantan, dan Irian Dilakukan Peningkatan ProduksiMenurut buku Ekonomi dan Akuntansi Membina Kompetensi Ekonomi karangan Eeng Ahman, berikut alasan dilakukannya peningkatan produksi secara intensif dan manusia akan terus berkembang secara kuantitatif maupun kualitatif. Hal itu terjadi karena pertambahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, serta peradaban barang mulai rusak, usang, atau musnah dengan demikian perlu diganti atau ditambah dengan barang yang dari manusia itu sendiri untuk selalu meningkatkan kemakmuran atau kesejahteraan dalam hidup.
Օյе оቇΥዑ уцէշосна
ዩտуклоጿич էςΞሪሄ μощана
Нωጼевоջαза սишочиОኗኖքоф ትто ճи
Еполоրθሁ зօኮυታቱпсе еպիжаскፅΕк ղθрсθςеπе աջедрቿжу
Аκемесри упраնևኀаዩωтዓ ξուг
Oleh: Ediyanto, M.Pd Penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesi­nam­­bungan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi ten­tang proses dan hasil belajar siswa dalam mencapai tujuan pem­bel­ajaran dan dalam rangka membuat ke­putusan-keputusan intruksional berdasar­kan kri­teria dan pertimbangan tertentu 1,2,10.
Pengertian Kegiatan Ekonomi – Beragam profesi pekerjaan yang kita lihat sehari-hari menunjukkan adanya kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat kita. Ada yang menjalankan bisnis. Ada yang bekerja di kantor. Ada yang mengajar di bidang pendidikan. Ada yang keliling menjadi ujung tombak pemasukan perusahaan. Untuk apa semua aktivitas itu? Apa yang ingin dicapai? Grameds, kali ini saatnya kita membahas tentang kegiatan ekonomi. Yuk kita simak bersama. Pengertian Kegiatan EkonomiSejarah Kegiatan Ekonomi1. Masa Nomaden2. Masa Bercocok Tanam dan Beternak3. Masa PerundagianJenis Kegiatan Ekonomi1. Kegiatan Ekonomi Produksi2. Kegiatan Ekonomi Distribusia. Distribusi Langsungb. Distribusi Tidak Langsungc. Distribusi Semi Langsung3. Kegiatan Ekonomi KonsumsiTujuan Kegiatan Ekonomi1. Untuk mendapatkan uang, keuntungan, dan Pemanfaatan sumber Mengikat secara Menggunakan akal sehat5. Dapat diterima secara sosialContoh Kegiatan EkonomiSektor-sektor Kegiatan Ekonomi1. Sektor Primer2. Sektor Sekunder3. Sektor Tersier4. Sektor Kuarter5. Sektor KuinerJika Kegiatan Ekonomi TersendatKategori Ilmu EkonomiMateri Terkait Manusia memiliki banyak kebutuhan yang meliputi sandang, papan, pangan, pendidikan, kesehatan, informasi, kepuasan, kepuasan lahir dan batin, dan sebagainya. Bisa disimpulkan kebutuhan-kebutuhan tersebut diperlukan agar manusia dapat memiliki kesejahteraan yang terjamin, kemakmuran, dan kepuasan. Untuk mewujudkan itu semua, diperlukan adanya aktivitas yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya kegiatan ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip ekonomi agar seseorang mempunyai pendapatan. Dengan kata lain, kegiatan ekonomi adalah perilaku atau tindakan manusia yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang kegiatan tersebut didasari oleh prinsip-prinsip ekonomi. Disadari atau tidak, hampir setiap aktivitas manusia tidak lepas dari kegiatan ekonomi. Seorang karyawan yang bekerja di kantor melayani pertanyaan customer juga melakukan kegiatan ekonomi. Seorang pengusaha yang membayarkan gaji kepada karyawan juga melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi sudah berlangsung sejak jaman dahulu. Karena kebutuhan manusia sudah ada sejak manusia lahir dan ada di bumi ini. Di jaman pra sejarah, kegiatan ekonomi berupa berburu, menebang pohon di hutan, bercocok tanam, beternak. Seiring dengan perkembangan jaman, kegiatan ekonomi bervariasi menjadi banyak. Sejarah Kegiatan Ekonomi Kegiatan ekonomi dunia tidak serta merta langsung seperti jaman kita saat ini. Sebelum mencapai kegiatan ekonomi seperti sekarang ini, masyarakat terdahulu menjalani kehidupan ekonomi menyesuaikan zaman. Berikut ini sejarah dari kegiatan ekonomi masyarakat jaman dahulu. 1. Masa Nomaden Masa ini merupakan zaman dimana manusia tidak tinggal menetap di satu tempat. Pada saat itu, manusia hidup di dalam gua-gua atau sekitar perairan dengan menghidupkan api sebagai penghangatnya. Pakaian mereka dibuat dari kulit hewan. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi manusia masih berupa berburu dan mengumpulkan makanan dari alam. Jika sumber daya alam di tempat yang mereka tinggali berkurang, mereka rela berjalan dalam jarak yang jauh untuk mencari tempat baru yang masih banyak sumber daya alamnya. Untuk pembagian tugas, mereka melakukannya berdasarkan gender. 2. Masa Bercocok Tanam dan Beternak Setelah jutaan tahun hidup dengan cara nomaden, peradaban manusia semakin berkembang. Secara perlahan, manusia mulai mengenal bercocok tanam dan beternak. Menurut catatan sejarah berdasarkan peninggalan artefak zaman prasejarah, para sejarawan sepakat bahwa pertanian pertama kali dipraktikkan di Mesopotamia daerah yang disebut dengan bulan sabit yang subur sekitar tahun 8000 SM. Tanaman yang pertama kali dibudidayakan adalah gandum, jelai, kacang arab, buncis, dan flax. Sementara kegiatan beternak bermula dari kebutuhan untuk memelihara hewan sesuai kebutuhannya. Sapi untuk membajak sawah, anjing untuk memangsa hewan pengganggu, kuda liar untuk dijadikan tunggangan, dan lain-lain. Pada jaman ini, kegiatan ekonomi manusia menggunakan sistem barter, yakni tukar-menukar barang sesuai dengan kadar masing-masing. 3. Masa Perundagian Pada jaman ini, manusia lebih berkembang lagi. Untuk mengerjakan pertanian, manusia sudah menggunakan alat-alat yang terbuat dari logam. Karena perkembangan manusia yang sangat pesat, kebutuhan manusia pun bertambah. Alat rumah tangga, peralatan dapur, dan senjata, sudah mulai muncul di jaman ini. Di masa perundagian, manusia sudah banyak mengenal agama dan budaya. Oleh karena banyaknya kebutuhan manusia tersebut, perdagangan sudah mulai ada. Bahkan perdagangan dilakukan oleh para saudagar dengan melintasi jauh daratan. Jenis Kegiatan Ekonomi Dilihat dari ukuran dan cakupannya, ekonomi dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu makroekonomi dan mikroekonomi. Makroekonomi berbicara ekonomi secara keseluruhan sebuah negara atau regional. Sementara mikroekonomi berbicara tentang perilaku konsumen dan perusahaan. Berdasarkan aktivitas pekerjaannya, kegiatan ekonomi ada beberapa jenis, yaitu produksi, distribusi, sampai mengkonsumsi barang atau jasa. Kita bahas lebih detail di bawah ini yuk, Grameds. 1. Kegiatan Ekonomi Produksi Produksi merupakan tindakan ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa. Nantinya, barang atau jasa yang diproduksi ini yang akan dikonsumsi oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hasil proses produksi barang ada tiga macam, yaitu produksi barang mentah, produksi barang setengah jadi, dan produksi barang jadi. Sementara untuk jenisnya, produksi terbagi menjadi beberapa macam, yakni Produksi Ekstraktif. Contoh Ekstraksi minyak bumi, ekstraksi logam, pengeboran gas bumi. Produksi Agraris. Contoh sayuran, buah-buahan, padi, dan lain-lain. Produksi Industri. Contoh makanan, minuman, pakaian, sepatu, mesin, alat elektronik, dan lain-lain. Produksi Perdagangan. Contoh perantara, trader, atau makelar. Produksi Jasa. Contoh Konsultan, manajemen keuangan, pendidikan, penerjemah bahasa asing, pelayanan kesehatan. Dalam melakukan kegiatan ekonomi produksi ada beberapa faktor yang mempengaruhi kelancarannya. Faktor-faktor tersebut meliputi alam, tenaga kerja, modal, dan kemampuan entrepreneurship. 2. Kegiatan Ekonomi Distribusi Distribusi merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang fungsinya menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Proses distribusi ini sangat penting karena pada kegiatan inilah produk dapat tersebar secara meluas dan dapat dikonsumsi oleh konsumen. Tanpa adanya proses distribusi, konsumen akan kesulitan untuk mendapatkan produk yang dibutuhkan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan distribusi merupakan kegiatan yang menghubungkan kegiatan ekonomi produksi dan kegiatan ekonomi konsumsi. Jumlah produk, luas daerah, sifat produk, faktor biaya, sarana angkutan, kondisi pasar, faktor perusahaan, dan sarana komunikasi merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan distribusi. Kegiatan distribusi ini meliputi memasarkan produk, menulis informasi produk dengan benar dan jelas, penyortiran produk, pengangkutan produk, menjual produk dengan harga yang kompetitif, memastikan ketersediaan stock produk di pasar, menyimpan produk sesuai dengan prosedur dari produsen, belanja produk dari produsen. Kegiatan distribusi terbagi menjadi tiga, yaitu distribusi langsung, distribusi tidak langsung, dan distribusi semi langsung. Jika dijelaskan lebih rinci, dapat kita perhatikan di bawah ini. a. Distribusi Langsung Distribusi langsung merupakan kegiatan distribusi yang dilakukan langsung oleh produsen. Mulai dari pemasaran, penjualan, hingga pengiriman. Biasanya distribusi langsung dilakukan oleh produsen yang masih skala kecil karena memiliki sistem yang masih sederhana. Namun di zaman kemajuan teknologi seperti ini, perusahaan-perusahaan yang berperan sebagai produsen besar juga ikut melakukan distribusi langsung. Dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace, produsen besar rela menambahkan sistem yang lebih kompleks agar dapat menjangkau konsumen secara langsung. Biasanya perusahaan besar yang ikut serta dalam distribusi ini bergerak di bidang consumer goods. b. Distribusi Tidak Langsung Distribusi tidak langsung merupakan kegiatan distribusi dalam skala grosir maupun eceran dari produsen ke konsumen yang dilakukan oleh distributor saja. Sementara produsen fokus pada produksi saja. Biasanya barang yang didistribusikan secara tidak langsung jumlahnya besar dan nilai transaksinya besar. Oleh karena itu, proses negosiasi antara kedua perusahaan dan produksi yang lama, membuat distribusi jenis ini memerlukan waktu yang relatif lama. c. Distribusi Semi Langsung Distribusi semi langsung merupakan kegiatan distribusi dimana produsen dapat mengontrol distributor namun kegiatan distribusi tetap dilakukan oleh distributor. Biasanya distribusi ini digunakan untuk mendistribusikan barang-barang yang mahal dan mewah. 3. Kegiatan Ekonomi Konsumsi Kegiatan ekonomi konsumsi merupakan aktivitas untuk mengkonsumsi barang dan/ atau jasa dari produsen atau distributor untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pelaku kegiatan ini dinamakan konsumen. Apabila kebutuhan konsumen terpenuhi, maka konsumen dapat melakukan aktivitas ekonomi lainnya untuk menggerakkan kegiatan ekonomi negara. Contoh kegiatan ekonomi konsumsi adalah membeli ayam, sayur, beras, baju lebaran, peralatan dapur, cek kesehatan ke dokter, dan sebagainya. Kegiatan konsumsi dapat dikenali dengan beberapa perilaku di bawah ini Dilakukan secara langsung bukan untuk dijual dan didistribusikan lagi untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen. Nilai barang dan/ atau jasa yang dikonsumsi akan habis juga, baik cepat atau lambat. Barang atau jasa yang dibeli memberikan nilai tambah atau manfaat kepada konsumen. Barang atau jasa yang digunakan konsumen memiliki nilai transaksi dan didapatkan melalui jual-beli. Kegiatan konsumsi sangat bermanfaat untuk kegiatan ekonomi negara. Kegiatan konsumsi dapat mendukung aktivitas produksi, membantu penyesuaian besaran tarif upah minimum pekerja, sebagai titik awal dan akhir kegiatan ekonomi, dan sebagai upaya untuk mengurangi kemiskinan negara. Namun demikian, semua yang sifatnya berlebihan tentu tidak baik. Sifat konsumtif yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan finansial pribadi, keluarga, masyarakat, dan negara. Oleh karena itu, perlu kebijaksanaan dalam melakukan kegiatan konsumsi ini. Pengantar Ekonomi Makro Tujuan Kegiatan Ekonomi Kegiatan ekonomi dilakukan bukan tanpa tujuan. Tujuan utama kegiatan ekonomi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Kebutuhan tersebut digunakan untuk saat ini dan masa datang. Ketika seseorang bekerja dan mendapatkan uang, dia dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Di bawah ini tujuan-tujuan lainnya kegiatan ekonomi, yakni 1. Untuk mendapatkan uang, keuntungan, dan kekayaan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan masa depan, kita memerlukan kekuatan finansial yang sehat. Melakukan kegiatan ekonomi merupakan salah satu upaya agar kita mendapatkan penghasilan, keuntungan, dan kekayaan sehingga finansial kita sehat. 2. Pemanfaatan sumber daya. Sumber daya yang tersedia dapat digunakan agar dapat memiliki nilai manfaat. Sumber daya dapat berupa tanah, kendaraan, sumber daya alam, modal, hasil pertanian, dan sebagainya. 3. Mengikat secara hukum. Disebut kegiatan ekonomi jika dan hanya jika aktivitas yang dilakukan sah di mata hukum. Tindakan-tindakan yang menghasilan uang dan kekayaan dengan cara perampokan, pencurian, korupsi, penyelundupan, penyuapan, dan sejenisnya tidak bisa disebut sebagai kegiatan ekonomi karena melawan hukum. 4. Menggunakan akal sehat Untuk mendapatkan penghasilan dan keuntungan yang maksimal, perlu melibatkan akal sehat atau rasionalitas dalam pemanfaatan sumber daya. Dengan strategi yang jitu, usaha yang sama bisa mendapatkan keuntungan yang lebih optimal. 5. Dapat diterima secara sosial Kegiatan ekonomi yang akan berjalan lancar adalah kegiatan ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat tersebut. Jika tidak sesuai, masyarakat sekitar akan menolak berlangsungnya kegiatan ekonomi di daerah tersebut. Misalkan saja perdagangan minuman keras di suatu kampung tidak akan berhasil jika masyarakat di daerah tersebut menjunjung tinggi nilai-nilai agama, moral, dan kesehatan. Maka perdagangan minuman keras di sana akan bangkrut. Untuk menentukan barang dan jasa mana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk mengklarifikasi kesesuaian produk dengan kebutuhan. Untuk mengetahui perbedaan kualitas barang dan jasa yang harus digunakan. Untuk menentukan skala prioritas kebutuhan. Untuk menjadi pertimbangan untung-rugi dari pilihan yang ditentukan. Untuk melancarkan perputaran ekonomi negara. Untuk mengurangi angka kemiskinan negara Mendapatkan penghasilan. Kebijakan Ekonomi Ahmad Erani Yustika Contoh Kegiatan Ekonomi Di bawah ini merupakan contoh kegiatan ekonomi yang pada umumnya dilakukan oleh masyarakat Memproduksi ayam potong, masakan kuliner, sabun, sepatu, dan lain-lain. Melakukan pembelian bahan baku untuk produksi. Menyewa truk untuk mengangkut barang. Membayar upah tenaga kerja. Bekerja di kantor untuk memasarkan produk. Bekerja sama dengan pabrik untuk mendistribusikan produk makanan dan minuman di supermarket. Menjadi penulis, guru, dan content creator untuk pendidikan. Membeli saham perusahaan agar perusahaan dapat menjalankan operasional karena mendapatkan modal. Dan lain-lain. Baca juga Contoh Kegiatan Ekonomi Produksi, Konsumsi, Distribusi Sektor-sektor Kegiatan Ekonomi Kegiatan ekonomi terbagi menjadi tiga atau sektor besar, yaitu 1. Sektor Primer Sektor utama perekonomian sebagian besar bergerak di bidang produksi atau ekstraksi bahan mentah yang meliputi pertanian, kehutanan, penggembalaan, pertambangan, gudang, penggalian, berburu, dan lain-lain. 2. Sektor Sekunder Sektor ekonomi yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi meliputi konstruksi, manufaktur, tekstil, otomotif, peleburan logam, industri farmasi, kimia, dan lain-lain. Sektor sekunder mempekerjakan pekerja yang terorganisir maupun tidak terorganisir. 3. Sektor Tersier Sektor ini pada umumnya menunjukkan industri jasa yang kegiatan ekonominya meliputi penjualan hasil produksi dari sektor sekunder. Sektor ini juga menyediakan jasa komersial untuk sektor-sektor lainnya dan masyarakat umum. Contoh sektor tersier adalah distributor gorsir dan retail, jasa pengiriman barang, usaha restoran, jasa marketing, dan jasa sebar brosur. 4. Sektor Kuarter Sektor ini memiliki kaitan yang erat dengan sektor tersier namun kegiatannya memerlukan keahlian intelektual khusus yang berkaitan dengan inovasi teknologi. Contoh kegiatan ekonomi yang termasuk sektor ini adalah bidang teknologi informasi, pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan perpustakaan. 5. Sektor Kuiner Sektor ini terdiri dari lembaga-lembaga profesional yang cenderung eksklusif dan terlibat dalam pekerjaan universitas, pemerintah, sains, kesehatan, dan sebagainya. Indonesia Menuju 2045 Mencapai Kemajuan Ekonomi Berbasis Enovasi dan Ilmu Pengetahuan Jika Kegiatan Ekonomi Tersendat Kondisi perekonomian negara dipengaruhi oleh kegiatan ekonominya. Semakin sehat kegiatan ekonominya, maka semakin makmur dan sejahtera rakyat di negara tersebut. Kemakmuran dan kesejahteraan tersebut menjadikan negara damai dan stabil secara ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Namun sebaliknya, jika kegiatan ekonomi tersendat atau terpuruk karena suatu hal, misalnya pandemi seperti sekarang ini, maka rakyat akan mencemaskan kesejahteraan dan kemakmuran mereka. Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan sebab akibat dari tersendatnya kegiatan ekonomi mempunyai efek yang besar. Mulai dari banyaknya perusahaan yang merugi, perumahan karyawan, pemecatan karyawan, muncul pedagang-pedagang baru namun pembeli tidak ada, ancaman kerusuhan dan penjarahan, bertambahnya hutang negara, banyak proyek tidak selesai, depresi, bunuh diri, dan lain-lain. Cukup mengerikan bukan? Sinergitas yang dibentuk antara pemerintah, instansi perusahaan, dan institusi pendidikan menjadi kunci penting untuk menggerakkan roda ekonomi. Baca juga artikel terkait “Pengertian Kegiatan Ekonomi” Grameds, demikianlah pembahasan kita mengenai kegiatan ekonomi. Gramedia bermimpi untuk menjadi yang terdepan dalam menjadi SahabatTanpaBatas dengan menyajikan bacaan-bacaan terbaik kami untuk Anda. Penulis Nanda Iriawan Ramadhan ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Refleksiyang paling mudah dilakukan ini bisa dilakukan secara sering. Refleksi ini dilakukan dengan memberi pertanyaan secara langsung kepada siswa untuk dimintai pendapat mereka. Pertanyaan yang diberikan kepada siswa bisa tentang pendapat siswa terhadap suasana selama kegiatan belajar mengajar, pemahaman materi, atau keadaan kelas.
AA. 6 Kegiatan yang Biasa Dilakukan PNS Setelah Pensiun (Unsplash.com) Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti acara perpisahan salah seorang rekan kerja di kantor. Rekan kerja saya ini sudah memasuki masa purnabakti alias pensiun. Dalam acara itu, blio banyak bercerita berbagai hal. Mulai dari cerita awal pertama masuk kerja, pengalaman suka
Kegiatankegiatan menggambar seperti membuat grafik, chart, diagram peta, dan pola. Kegiatan-kegiatan metrik seperti melakukan percobaan, memilih alat- alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, menari, dan berkebun.

demikian masih terdapat beberapa kegiatan akademik pada Filkom yang masih didokumentasikan secara manual, salah satunya kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Berdasarkan hasil survei berupa tanya jawab yang dilakukan kepada lima mahasiswa yang telah melakukan pengajuan PKL, ditemukan beberapa kendala. Kendala pertama yaitu

MenurutHeizer dan Render (2011), pemeliharaan adalah mencakup semua aktivitas yang berkaitan dengan menjaga semua peralatan sistem agar dapat tetap bekerja. dilakukan karena adanya indikasi atau petunjuk bahwa adanya tahap kegiatan proses produksi yang tiba-tiba memberikan hasil yang tidak layak. Dalam hal ini perlu dilakukan kegiatan

manajemenmeliputi: (a) efesiensi adalah kegiatan yang dilakukan dengan modal yang minimal dapat memberikan hasil yang optimal; (b) efektifitas adalah apabila terdapat kesesuaian antara hasil yang dicapai dengan tujuan; (c) pengelolaan adalah dalam aktivitas manajemen seorang manajer harus mengelola sumber daya yang ada baik lmA21y.
  • 8atfauf6c7.pages.dev/540
  • 8atfauf6c7.pages.dev/686
  • 8atfauf6c7.pages.dev/821
  • 8atfauf6c7.pages.dev/954
  • 8atfauf6c7.pages.dev/73
  • 8atfauf6c7.pages.dev/196
  • 8atfauf6c7.pages.dev/362
  • 8atfauf6c7.pages.dev/128
  • 8atfauf6c7.pages.dev/65
  • 8atfauf6c7.pages.dev/208
  • 8atfauf6c7.pages.dev/897
  • 8atfauf6c7.pages.dev/657
  • 8atfauf6c7.pages.dev/303
  • 8atfauf6c7.pages.dev/924
  • 8atfauf6c7.pages.dev/836
  • kegiatan aktivitas yang dilakukan hasil