NiasUtara Sumut, Graduate Degree Program, Z Selamat Datang. Graduate Degree Program di Nias Utara Sumut, are held every semester graduate degree, bog master programs institut geo nusantara bogor bl mm. Master program can afford the monthly installments in, proceed to d3 program idr 500 000 to proceed to s1 program.
Jakarta - Desember menjadi bulan yang spesial buat umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Umat Kristiani menyambut kemeriahan dan sukacita Natal dan Tahun Baru dengan antusias. Hari Natal juga menjadi momen tahunan yang dinantikan masyarakat tiap 25 Desember. Berbagai persiapan pun telah dilakukan untuk menyambut Natal esok hari. Namun, tak lengkap rasanya jika tak mempersiapkan ucapan Natal untuk diberikan untuk orang terkasih. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih merebak, tentu banyak dari Anda yang tak berkesempatan bertemu semua kerabat dan teman yang merayakan Natal secara langsung. Untuk itu, Anda bisa mengirimkan ucapan selamat Natal melalui pesan singkat. Berikut kumpulan ucapan Natal dari berbagai daerah di Indonesia. * Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang Jawa- Sugeng manghayubagyo Miyosan Hyang Dalem Gusti Yesus, Sugeng Natal lan warsa enggal. - Sugeng wiyosan dalem sang Kristus tuwin warsa enggal. Mugi berkah dalem Gusti tansah lumeber dumateng panjenengan sakeluarganipun. - Para sederek ingkang kinasih ing Gusti Yesus, kulo ngaturaken Sugeng Natal. Mugi tansah binerkahan Gusti. - Kula haturaken slamet dinten Natal. Bahasa AmbonSalamat Natal voor tamang-tamang dan basudara samua. Semoga Damai Natal Tuhan Yesus memberkati katong samua. Bahasa Batak TobaHoras Selamat Natal ma di hita sasude na. dame natal ma dihita saluhutna. Bahasa BanjarSalamat natal gasan kita berataan ... smg kasih wan damai kristus kawa kita rasa akan wan kita bagi akan gasan berataan insan di bumi Minahasa- Selamat ne bacara hari natal Tuhan so lahir. - Selamat Natal untuk torang samua semoga torang samua sehat-sehat, baku-baku sayang, baku-baku bae, lantaran torang samua basudara di dalam Tuhan. Bahasa FloresTabe Natal agu ntaung weru. Bahasa NiasYa'ahowu wanunu wandru Yesus notombu sangoholi soi TorajaSalama' allo kadadianna puangta puang yesusBahasa Dayak NgajuSalamat Pesta Alem Barasih, Tuhan Yesus Mamberkat Itah Sining Desember merupakan momen yang membahagiakan bagi umat Kristiani karena hadirnya Hari Natal memperingati lahirnya Yesus Kristus. Berikut adalah deretan ucapan selamat Natal yang bisa diberikan kepada saudara atau teman yang merayakan.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
APA KABAR" dalam 13 Bahasa Daerah INDONESIA Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan beragam bahasa ,budaya, suku, agama dan berbagai kekayaan alam maupun kekayaan pengetahuan lainnya. Dan sebagai bangsa yang besar kita harus dapat menghargai berbagai perbedaan itu dan menjadikan perbedaan sebagai harta yang tak ternilai bagi bangsa kita yang tidak dimiliki bangsa lain.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Waktu terasa begitu cepat berlalu, saat ini kita sedang menjalani bulan September 2019, di gereja-gereja mulai sibuk mempersiapkan perayaan Natal. Dalam waktu yang tidak lama lagi kita kembali merayakan Natal. Bagi umat Kristiani hari Natal merupakan saat istimewa yang dirayakan secara khusus, hari yang penuh keceriaan. Merayakan Natal merupakan peringatan akan penggenapan nubuat para nabi-nabi tentang lahirnya Juruselamat dunia yaitu Yesus Kristus. Di wilayah Nias, Natal dirayakan selama tiga hari berturut-turut, biasanya mulai tanggal 24-26 Desember setiap tahunnya, dan puncak perayaan itu pada malam pergantian tahun. Sudah menjadi kebiasaan bahwa pada tiga hari tersebut tidak ada orang yang sibuk keluar rumah untuk bekerja. Semua orang fokus pada perayaan Natal bersama keluarga, ada yang mengunjungi keluarga, kerabat dan ada yang mengikuti perayaan Natal di gereja. Dalam masa ini setiap orang Nias mengucapkan salam kepada seseorang atau dalam forum resmi dengan kalimat "Ya'ahowu Fanunu fandru". Bagi orang dari suku Nias, Natal adalah berkat howuhowu, yang datang dari Allah bagi manusia, maka patut dirayakan dengan "Fanunu Fandru" bukan berasal dari istilah Kristen atau Alkitab. Menurut P. Johannes M. Hmmerle, OFMCap, "Istilah Fanunu Fandru pada dasarnya bukan Kristiani karena istilah ini sudah dipakai oleh penduduk pulau Nias sebelum masuk agama Kristen. 200 tahun belum ada minyak tanah di Nias. Agak gelap di rumah. Tetapi sejak dulu setiap tahun setiap marga atau rumpun si sambua mo'ama berkumpul dan mengadakan Famoni empat hari lamanya. Famoni ini tidak berarti berpuasa, sebaliknya mereka makan enak. Tetapi mereka melakukan Famoni dalam arti tidak pergi ke ladang dan tidak bekerja. Lantas apa tujuan mereka? Empat hari lamanya mereka menuturkan asal usul mereka sampai jauh malam. Böröta gotari gotara, asal usul mereka, harus ditanam dalam hati generasi muda dan harus diperingati dan dirayakan setiap tahun. Inilah syarat mutlak bagi mereka supaya tradisi lisan tidak putus. Sebelumnya minyak kelapa sudah diisi dalam lampu kecil. Dan kalau lampu kecil ini dinyalakan di malam hari, hal ini mereka menyebut Fanunu Fandru. Sebagai orang Kristen kita sekarang sudah mempunyai Böröta Gotari Gotara yang baru."[1] Jadi istilah 'Fanunu Fandru' bukan istilah Kristen tetapi istilah yang diadopsi dari kebiasaan orang Nias pada saat menceritakan silsilah keluarga atau sejarah böröta gotari gotara. Menarik untuk di kaji mengapa orang dari suku Nias menyampaikan ucapan 'Selamat Natal' dengan menggunakan kalimat "ya'ahowu fanunu wanunu[2] fandru". Secara hurufiah kalimat tersebut terdiri dari tiga kata yaitu 'ya'ahowu' berarti 'selamat'; 'fanunu' berarti 'menyalakan'; dan 'fandru' yang berarti 'lampu'. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia secara leterlek maka tiga kata tersebut berarti "selamat menyalakan lampu". Meskipun demikian setiap kali orang Nias menggunakan sapaan atau salam "Ya'ahowu Fanunu Fandru", sapaan itu tidak dimaksudkan "selamat menyalakan lampu" tetapi semua orang Nias paham dengan sangat bahwa yang maksudkan dengan salam itu adalah "Selamat Natal". Makna dari ungkapan selamat Natal yaitu sebuah harapan agar pada hari Natal semua kita mengalami kasih dan damai sejahtera dari Tuhan. Ungkapan atau sapaan "Ya'ahowu Fanunu Fandru" tersebut sudah menjadi kebiasaan orangtua sejak jaman dulu, turun temurun menjadi kebiasaan bagi generasi ke generasi sampai saat ini. Bagi kita anak-anak orang Nias yang hidup di era milenial, yang mungkin tidak pernah melihat lampu minyak kelapa lagi, lampu teplok dan petromaks, tentu akan bertanya, apakah hubungan antara "menyalakan lampu" dengan Natal kelahiran Yesus Kristus? Sebagai seorang putera Nias, saya membahas topik ini secara khusus agar makna Natal yang diterima langsung dan dipahami oleh nenek moyang orang Nias dari para Zending, dapat dimengerti oleh generasi di era modern ini. Generasi milenial tidak dapat memahami konteks masyarakat Nias pada awal Injil masuk wilayah itu, karena situasi Nias kini telah jauh berbeda. Melalui tulisan ini, saya mengharapkan bisa menjembatani suatu gap yang terjadi akibat rentangan waktu, dan kemajuan atau perkembangan dibidang teknologi, pengetahuan, spiritualitas dan sosial budaya, antara generasi terdahulu dengan generasi milenial. Tulisan ini sekaligus mengusulkan istilah yang tepat untuk digunakan berhubungan dengan sapaan atau salam dalam konteks perayaan natal tanpa mengubah makna mula Perayaan Natal di pulau Nias seiring datangnya para missionaris dari Eropa. Kebiasaan merayakan Natal di Pulau Nias telah dimulai sejak masuknya para missionaris dari Jerman dan Injil diterima oleh penduduk setempat. Th. Van Den End dalam Ragi Carita 2001, menjelaskan bahwa "Injil masuk ke Nias melalui Misi Protestan pada tahun 1865 oleh penginjil Jerman, E. Ludwig Denninger dari Rheinische Missionsgesellschaft RMG pada tanggal 27 September 1865. Penerjemahan Alkitab dalam bahasa daerah Nias, seperti yang masih dipakai sekarang dilakukan oleh penginjil H. Sundermann, dengan bantuan Ama Mandranga dan beberapa orang Nias lainnya Injil Lukas, 1874; PB, 1891." Kemungkinan besar penerjemahan Alkitab versi bahasa Nias merupakan transmisi dari Alkitab berbahasa Jerman. Dari berita Injil yang diterima oleh penduduk setempat, penduduk Nias mendapat pemahaman mengenai kelahiran Sang Juruselamat dunia. Sebagaimana misi Yesus Kristus membawa keselamatan bagi dunia, hal itu merupakan kabar baik yang perlu disambut dengan sukacita. Manusia yang masih berada dalam kegelapan karena terikat oleh dosa, melalui Sang Juruselamat, Yesus Kristus memperoleh kelepasan. Bisa dikatakan bahwa perayaan Natal di daerah pulau Nias merupakan adopsi langsung dari kebiasaan perayaan natal ala yang yang diungkapkan oleh Johanes bahwa istilah "fanunu fandru" bukan istilah Kristen, memang tepat dan juga praktek menyalakan lampu fanunu fandru dengan bahan bakar minyak kelapa memang sudah kebiasaan masyarakat di pulau Nias sejak dahulu. Bagaimanapun juga, masyarakat Nias setiap malam harus menyalakan lampu di rumah masing-masing sebagai alat penerang, meski bukan acara khusus. Tidak bisa dipungkiri pula bahwa adanya peralihan inti dari kebiasaan orang Nias menceritakan silsilah keturunan böröta gotari gotara, dan diganti dengan pembacaan silsilah kelahiran Yesus Kristus berdasarkan Injil Lukas pada masa perayaan Natal. Alasan lain yang umumnya sering kita dengar jika membahas topik ini yaitu istilah "fanunu fandru" muncul karena adanya penyalaan lilin dalam setiap perayaan Natal, sebagai puncak acara dalam perayaan tersebut. Memang benar bahwa setiap perayaan Natal selalu disertai dengan penyalaan lilin Natal sebagai simbol terang yang hadir di tengah kegelapan. Hal ini menyerupai tindakan Allah menjadi manusia di dalam Yesus Kristus, untuk menerangi manusia yang berada dalam kegelapan. Namun kedua alasan tersebut bisa dikatakan sebagai asumsi yang dihubungkan dengan peristiwa Natal, karena istilah "fanunu fandru" tidak ada kaitannya dengan kelahiran fa'atumbu Yesus "Ya'ahowu Fanunu Fandru" untuk menyatakan "Selamat Natal", sebenarnya berkaitan langsung dengan perkembangan teknologi dan ekonomi. Pada saat ini pulau Nias merupakan salah satu daerah yang masih berada dalam kategori terbelakang atau tertinggal dalam hal kemajuan dalam berbagai aspek, jika dibandikan dengan wilayah lain di Indonesia . Bila situasi sekarang kita bandingkan dengan tahun 1865, waktu kedatangan para misionaris Jerman, tentu jauh lebih terbelakang lagi. Ketika mendengar kisah kehidupan orangtua dulu dari ayahnda D. Hulu / Ama Meli Hulu, yang pada saat ini sudah berumur 78 tahun, saya baru mengerti mengapa ungkapan "ya'ahowu fanunu fandru" dihubungkan dengan perayaan Natal. Sekitar 70-an tahun lalu, pada masa penjajahan Belanda dan selanjutnya oleh Jepang, pada malam hari rumah-rumah orang Nias gelap gulita. Bila ada lampu yang menyala di suatu rumah itu pasti lampu berbahan bakar minyak kelapa, sebab pada masa itu belum tersedia minyak tanah di daerah pulau Nias. Pada perkembangan setelah itu, orang Nias mengenal lampu teplok yang pakai cerobong kaca dengan bahan bakar minyak tanah. Selanjutnya masyarakat Nias mulai mengenal lampu petromaks. Di masa itu pun lampu petromaks hanya dimiliki oleh orang tertentu saja dan jarang dinyalakan karena bahan bakar minyak tanah yang sangat terbatas. Pada setiap hari perayaan Natal, biasanya bagi keluarga yang memiliki lampu petromaks di rumahnya, masing-masing membawanya ke gereja. Sehingga pada malam perayaan itu rumah ibadah gereja terang benerang, karena banyaknya lampu petromaks yang lampu petromaks merupakan pengalaman istimewa di tahun 1900-an, sebab merupakan peristiwa sekali dalam setahun, dan hanya dinyalakan pada saat perayaan Natal saja di gereja. Sampai pada waktu saya masih remaja, anak-anak sebaya saya dulu berbondong-bondong ke gereja pada saat perayaan di malam Natal untuk melihat dan bermain di bawah cahaya terang lampu petromaks. Dalam Kamus Li Niha, Apolonius Lase menjelaskan bahwa "Istilah Fanunu Fandru berkaitan erat dengan kebiasaan orang Nias sejak dahulu hingga sekarang bahwa pada saat Natal tersebut lampu - biasanya lampu petromaks dinyalakan hingga larut malam".[3] Pengalaman yang hanya bisa terjadi sekali setahun itu, merupakan hal yang unik dan istimewa pada masa itu. Perayaan Natal seolah identik dengan penyalaan lampu. Lampu petromaks yang menyala terang mirip cahaya lampu listrik, menjadi daya tarik bagi banyak orang untuk berbondong-bondong, bersukacita merayakan Natal di bawah terangnya cahaya lampu petromaks. Dalam perayaan Natal ada dua benda sumber cahaya yang dinyalakan yaitu lampu petromaks dan lilin natal. Dua barang itu merupakan barang baru dan istimewa yang baru dikenal dan langka jaman itu khususnya di wilayah pulau generasi milenial yang telah mengalami kemajuan teknologi modern dengan menggunakan lampu listrik sebagai alat penerang, dua macam benda petromaks dan lilin merupakan benda biasa yang tidak terlalu penting. Tetapi pada jaman dulu meskipun lampu petromaks dan lilin tidak dianggap sebagai benda yang sakral namun dua benda itu merupakan simbol terang yang disambut pada perayaan Natal. Pada dasarnya semua orang menyukai terang, karena terang dapat menerangi kegelapan, kehadiran terang melenyapkan kegelapan. Demikian juga kelahiran Yesus Kristus sebagai terang dunia, yang melenyapkan kegelapan bagi manusia. Seperti dicatat dalam Injil Yohanes 812, Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Kelahiran Yesus Kristus disambut dengan sukacita karena mendatangkan kebahagiaan bagi orang yang percaya. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya
Bilabertemu dengan orang Nias, sobat bisa menyapa dengan menggunakan kata Ya'ahowu. Kata sapaan ini layaknya ketika menyapa orang batak dengan kata Horas. Sobat juga bisa menambah pemakain kata "ama" bila yang disapa adalah orang tua laki-laki / bapak, lengkapnya menjadi Ya'ahowu Ama. Sementara untuk ibu, gunakan kalimat Ya'ahowu Ina.
Juni 14, 2020 Dalam Bahasa Nias, banyak ungkapan untuk mengucapkan selamat datang maupun sampai bertemu kembali sesuai dengan dialek umum, untuk mengucapkan selamat datang kepada seseorang, Ya'ahowu adalah ungkapan yang sangat populer dan dianggap sangat Ya'ahowu memiliki banyak terjemahan berdasarkan konteks pembicaraan penutur maupun pendenganrnya. Ungkapan tersebut dapat dituturkan kepada seseorang yang belum maupun yang telah dikenal dengan segala Istilah Ya'ahowuSecara etimologi, istilah Ya'ahowu berasal dari dua kata isolek Nias yaitu "ya" dan "ahowu". "Ya" berarti "semoga" dan "ahowu" berarti "terlihat penuh berkat". Sedangkan secara gramatikal, mereka terdiri dua kelas kata yang berbeda pula. Ya tergolong kelas kata adverbia kata keterangan, sedangkan ahowu berada dalam kelas adjektiva kata sifat. Kata benda dari Ahowu yaitu howuhowu yang artinya berkat/anugrah, sedangkan kata kerjanya adalah fahowu'ö artinya berkati. Selain itu, apabila verba kata kerja fahowu'ö digunakan dalam kalimat pasif, maka akan berubah menjadi tefahowu'ö artinya diberkati/dikuduskan.Dengan demikian, Ya'ahowu dapat diartikan secara literal "semoga terlihat penuh berkat". Biasanya, penutur bahasa Nias memaknainya secara pragmatis dalam percakapan sehari-hari sehingga menjadi lebih populer di kalangan pragmatis, Ya'ahowu dapat dimaknaiSelamat pagi,Selamat siang,Selamat sore,Selamat malam,Selamat datang,Senang bertemu dengan anda,Senang berkenalan dengan anda,Salam kenal,Sampai bertemu kembali / sampai jumpa,Semoga terberkati,Semoga damai besertamu,Semoga selamat dan bahagia, hal yang paling penting untuk diketahui bahwa ketika penutur isolek Nias mengucapkan kata Ya'ahowu, tujuan utamanya adalah untuk menyampaikan salam damai dengan harapan baik yang penuh kasih. Lalu, apakah hanya kata ya'ahowu yang bisa diucapkan untuk menyampaikan selamat datang dan sampai bertemu kembali dalam bahasa Nias? Tidak. Berikut akan dijelaskan lebih lengkap tentang salam pertemuan atau perpisahan dalam bahasa Nias. Hal ini bertujuan untuk membantu para penutur asing mengetahui cara mengucapkan selamat datang atau sampai jumpa kepada orang Pertemuan dalam Bahasa NiasSelain Ya'ahowu, salam pertemuan dapat dituturkan dengan beberapa cara berikut ini1. Ya'ahowu we'asomi Ungkapan tersebut bermakna selamat datang yang dipopulerkan oleh penutur di bagian Utara dan Barat kepulauan Nias. Tetapi ini ditujukan kepada pendengar atau objek yang lebih dari satu orang jamak. Yang jelasnya, ya'ahowu we'asomi dapat diartikan lebih lengkap "Selamat datang diucapkan kepada kalian".Ungkapan ini tergolong umum, namun kurang menarik. Biasanya, dalam tradisi Nias, untuk menyampaikan sambutan yang dianggap lebih sopan, mereka cenderung menggunakan panggilan kepada orang yang dituju. Misalnya, jika dalam konteks tersebut yang datang adalah laki-laki dan perempuan yang lebih dari satu orang, mereka cenderung mengucapkannya Ya'ahowu we'asomi, ama / ina selamat datang, para bapak/ibu.Contoh lainnya untuk tamu yang berjumlah lebih dari satu orangYa'ahowu we'asomi, ga'a Selamat datang, abang-abangYa'ahowu we'asomi, nakhi Selamat datang, adik-adikYa'ahowu we'asomi, dua Selamat datang, kakekYa'ahowu we'asomi, gawe Selamat datang, nenekYa'ahowu we'asomi, baya Selamat datang, pamanAkan tetapi, dalam dialek selatan telukdalam dan wilayah sekitar, termasuk pulau-pulau batu sedikit berbeda walaupun maknanya sama. Berikut variasi ungkapan berdasarkan contoh di atasYa'ahowu ve'asomi, ama/ina Selamat datang, para bapak/ibuYa'ahowu ve'asomi, ka Selamat datang, abang-abang /kakakYa'ahowu ve'asomi, khi Selamat datang, adik-adikYa'ahowu ve'asomi, dua Selamat datang, kakekYa'ahowu ve'asomi, awe Selamat datang, nenekYa'ahowu ve'asomi, sibaya /baya Selamat datang, paman2. Ya'ahowu we'asomöUngkapan ini bermakna Selamat datang. Ini ditujukan kepada seseorang tunggal. Ungkapan ini dipopulerkan oleh penutur bahasa Nias dialek utara termasuk Gunungsitoli, Nias Utara, dll.ContohnyaYa'ahowu we'asomö, ga'a Selamat datang, abang/kakakYa'ahowu we'asomö, nakhi Selamat datang,adikYa'ahowu we'asomö, dua Selamat datang, kakekYa'ahowu we'asomö, gawe Selamat datang, nenekYa'ahowu we'asomö, baya Selamat datang, pamanYa'ahowu we'asomö, ama Selamat datang, pakYa'ahowu we'asomö, ina Selamat datang, buSedangkan penutur dialek selatan akan mengucapkannya seperti berikutYa'ahowu ve'asou, ka Selamat datang, abang/kakakYa'ahowu ve'asou, khi Selamat datang,adikYa'ahowu ve'asou, dua Selamat datang, kakekYa'ahowu ve'asou, awe Selamat datang, nenekYa'ahowu ve'asou, baya Selamat datang, pamanYa'ahowu ve'asou, ama Selamat datang, pakYa'ahowu ve'asou, ina Selamat datang, bu3. No so amiUngkapan tersebut bermakna selamat datang yang dipopulerkan oleh penutur bahasa Nias dengan dialek utara. No so ami memiliki keserasian makna dengan Ya'ahowu we'asomi. Dituturkan kepada orang yang berjumlah lebih dari satu jamak.ContohNo so ami, ga'a Selamat datang, abang-abang/ kakakNo so ami, nakhi Selamat datang, adik-adikNo so ami, dua Selamat datang, kakekNo so ami, gawe Selamat datang, nenekNo so ami, baya Selamat datang, pamanNo so ami, ama/ina Selamat datang, para bapak/ibuSedangkan untuk dialek selatan, sebagai berikutMa so mi, ka Selamat datang, abang-abangMa so mi, khi Selamat datang, adik-adikMa so mi, dua Selamat datang, kakekMa so mi, awe Selamat datang, nenekMa so mi, sibaya / baya Selamat datang, pamanMa so mi, ama/ina Selamat datang, para bapak/ibu4. No so'öNo so'ö bermakna Selamat datang. Ini ditujukan kepada seseorang tunggal. Ungkapan ini dipopulerkan oleh penutur bahasa Nias dialek utara termasuk Gunungsitoli, Nias Utara, dll.ContohNo so'ö, ga'a Selamat datang, abang/ kakakNo so'ö, nakhi Selamat datang, adikNo so'ö, dua Selamat datang, kakekNo so'ö, gawe Selamat datang, nenekNo so'ö, baya Selamat datang, pamanNo so'ö,, ama/ina Selamat datang, bapak/ibuDalam dialek selatanMa so ndraugö, ka Selamat datang, abangMa so ndraugö, khi Selamat datang, adikMa so ndraugö, dua Selamat datang, kakekMa so ndraugö, awe Selamat datang, nenekMa so ndraugö, sibaya / baya Selamat datang, pamanMa so ndraugö, ama/ina Selamat datang, bapak/ibuSalam Perpisahan dalam Bahasa NiasYa'ahowu dapat digunakan untuk menyampaikan salam perpisahan dalam bahasa cara lain untuk mengucapkan sampai bertemu kembali sesuai dengan dialek utara1. Toröi amiToröi ami bermakna sampai jumpa / sampai bertemu lagi. Salam ini ditujukan kepada orang yang berjumlah lebih dari satu / ami, ga'a Sampai bertemu kembali, abang/kakakToröi ami, nakhi Sampai bertemu kembali, adikToröi ami, dua Sampai bertemu kembali, kakekToröi ami, gawe Sampai bertemu kembali, nenekToröi ami, baya Sampai bertemu kembali, pamanToröi ami, ama Sampai bertemu kembali, pakToröi ami, ina Sampai bertemu kembali, buSedangkan dalam dialek selatan, sedikit berbedaToröi mi, ka Sampai bertemu kembali, abang/kakakToröi mi, khi Sampai bertemu kembali, adikToröi mi, dua Sampai bertemu kembali, kakekToröi mi, awe Sampai bertemu kembali, nenekToröi mi, sibaya/baya Sampai bertemu kembali, pamanToröi mi, ama Sampai bertemu kembali, pakToröi mi, ina Sampai bertemu kembali, buatauToröi mi, ka e Sampai bertemu kembali ya, abang/kakakToröi mi, khi e Sampai bertemu kembali ya, adikToröi mi, dua e Sampai bertemu kembali ya, kakekToröi mi, awe e Sampai bertemu kembali ya, nenekToröi mi, sibaya/baya e Sampai bertemu kembali ya, pamanToröi mi, ama e Sampai bertemu kembali ya, pakToröi mi, ina e Sampai bertemu kembali ya, bu2. Toröi'öToröi'ö berarti sampai bertemu kembali atau sampai jumpa lagi. Ungkapan ini hanya dituturkan kepada satu dialek utaraToröi'ö, ga'a Sampai bertemu kembali, abang/kakakToröi'ö, nakhi Sampai bertemu kembali,adikToröi'ö, dua Sampai bertemu kembali, kakekToröi'ö, gawe Sampai bertemu kembali, nenekToröi'ö, baya Sampai bertemu kembali, pamanToröi'ö, ama Sampai bertemu kembali, pakToröi'ö, ina Sampai bertemu kembali, buDalam dialek selatanToröi ndraugö, ka Sampai bertemu kembali, abang/kakakToröi ndraugö, khi Sampai bertemu kembali, adikToröi ndraugö, dua Sampai bertemu kembali, kakekToröi ndraugö, awe Sampai bertemu kembali, nenekToröi ndraugö, sibaya Sampai bertemu kembali, pamanToröi ndraugö, ama Sampai bertemu kembali, pakToröi ndraugö, ina Sampai bertemu kembali, buatauToröi ndraugö, ka e Sampai bertemu kembali ya, abang/kakakToröi ndraugö, khi e Sampai bertemu kembali ya, adikToröi ndraugö, dua e Sampai bertemu kembali ya, kakekToröi ndraugö, awe e Sampai bertemu kembali ya, nenekToröi ndraugö, sibaya e Sampai bertemu kembali ya, pamanToröi ndraugö, ama e Sampai bertemu kembali ya, pakToröi ndraugö, ina e Sampai bertemu kembali ya, bu3. Yafalukha ita zui ba ginötö si so fönaYafalukha ita zui ba ginötö si so föna artinya sampai jumpa lagi di lain waktu. Ungkapan ini dipopulerkan oleh penutur dialek utara bahasa Nias. 4. Dafalakhi sui ba naluo si so fönaDafalakhi sui ba naluo si so föna artinya sampai jumpa lagi di lain waktu. Ungkapan ini dipopulerkan oleh penutur bahasa Nias berdialek selatan, termasuk pulau-pulau batu Batu Islands.PenutupDengan salam pertemuan dan perpisahan dalam bahasa Nias yang telah dijelaskan di atas, penutur bahasa non-Nias dapat dengan mudah memahami apa saja ungkapan yang sesuai untuk mengatakan Selamat datang atau sampai bertemu kembali kepada orang bermanfaat.
Nias Employee Course Program (Online Lectures), Z Selamat Datang. Employee Course Program (Online Lectures) di Nias Sumut, iii or moved majors 3 to all graduates s1 proceed to s2, by the open systems and law ri explanation is written. And quality appropriate excellence advantages of private, cost of education in employee course program ecp p2k.

Ya'ahowu Ya'ahowu merupakan salam/sapaan yang umum digunakan dalam bahasa Nias. Ya'ahowu digunakan kapan saja pagi, siang, sore, dan malam. Ya'ahowu juga dapat digunakan tanpa diikuti oleh kata keterangan waktu pagi, siang, sore dan malam. Contoh Ya'ahowu zihulõwongi = Selamat pagi. Ya'ahowu zilaluo = Selamat siang. Ya'ahowu zitanõ o'wi = Selamat sore. Ya'ahowu zibongi = Selamat malam Ketika ingin tidur maka salam yang digunakan ialah mõido mõrõ/mõrõdo atau omasido mõrõ lebih sopan. Mengucapkan salam kepada orang yang lebih tua atau saudara dekat yang lebih sopan. Contoh Ya'ahowu ga'a = selamat pagi/siang/sore/malam abang. Ya'ahowu ama/bapa = selamat pagi/siang/sore/malam ayah. Ya'ahowu ina/mama = selamat pagi/siang/sore/malam ibu. Ya'ahowu baya/sibaya = selamat pagi/siang/sore/malam paman. Ya'ahowu amagu sa'a/za'a = selamat pagi/siang/sore/malam om paling tua Ya'ahowu amagu talu/dalu = selamat pagi/siang/sore/malam om middle Ya'ahowu amagu sakhi/zakhi = selamat pagi/siang/sore/malam om bungsu Ya'ahowu inagu lawe = selamat pagi/siang/sore/malam tante lebih sopan. Ya'ahowu tua/dua = selamat pagi/siang/sore/malam kakek. Ya'ahowu gawe = selamat pagi/siang/sore/malam nenek. Mengucapkan salam kepada teman yang lama tidak bertemu. A'ra lõ si falukha ita = lama tidak jumpa No a'ra ae lõ falukha ita = lama tidak jumpa Hewisa mbotomõ barõ-barõ da'a? = bagaimana keadaanmu selama ini? Ohahau dõdõda meno falukha ita = senang bertemu denganmu. Ha wa'ara lõ falukha ita? = sudah berapa lama kita tidak berjumpa? Omuso dõdõgu meno falukha zui ita = saya sangat senang bisa bertemu lagi denganmu Hana lõ i'rai falukha ita? = kok kita tidak pernah bertemu? No a'ra ae = sudah lama sekali. Ara lõ falukha = lama tidak bertemu Hezo torõi'õ barõ-barõ da'a? = dimana kamu tinggal selama ini? Mengucapkan salam saat bertemu kelompok Ya'ahowu fefu = selamat pagi/siang/sore/malam ira ama ina ba talifusõ fefu = selamat pagi/siang/sore/malam bapak/ibu/saudara sekalian.

Yaahowu merupakan salam/sapaan yang umum digunakan dalam bahasa Nias. Ya'ahowu digunakan kapan saja pagi, siang, sore, dan malam. Ya'ahowu juga dapat digunakan tanpa diikuti oleh kata keterangan waktu pagi, siang, sore dan malam. Contoh: Ya'ahowu zihulõwongi = Selamat pagi. Ya'ahowu zilaluo = Selamat siang. Ya'ahowu zitanõ o'wi = Selamat sore.

a 1. huruf pertama dalam abjad Latin yang digunakan dalam Bahasa Nias; 2. kki makanlah. A göu fakhe Makanlah nasimu. 3. dan dalam pengucapan bilangan. Hönö a fitu ngaotu a fulu Seribu dan tujuh ratus dan sepuluh. abakha ks 1. dalam. Abakha sibai dögi nikhaora. Dalam sekali lubang galian mereka. fa- kedalaman. 2. menjadi serius / mendalam 3. abakhabakha’ö kki tambah-tambahi sehingga menjadi masalah; bumbu-bumbui. Böi abakhabakha’ö wanutunö salua khömö Jangan tambah-tambahi kisah yang kau alami. abao ks 1. bengkak; 2. binal untuk anak gadis / perempuan. Si mate abao Si gadis binal; 3. abao dödö sakit hati. Abao dödögu khönia Aku sakit hati padanya. abaöbaö ks berpenampilan kaku, tidak ramah, dan cenderung memancing kejengkelan orang lain. No abaöbaö niha da’ö. Sin. dömbadömbaö abasö ks basah. Abasöga ba deu toho. Kami basah karena hujan lebat. lih. basö abazöbazö ks masih berair, belum kering betul. No abazöbazö nasa newali Pekarangan masih belum kering. No abazöbazö geu andre, tebai nasa nitunu. Kayu ini masih agak basah, belum bisa dibakar. Lih. olazalaza. abe’e ks 1. keras. Eu sabe’e Kayu keras. Am Abe’e gae na no okafu Pisang mengeras kalau sudah dingin. 2. abe’e dödö meyakini tidak kuatir atau mengkuatirkan seseorang atau sesuatu. Abe’e dödögu ia. Aku tidak mengkuatirkan dia yakin akan penampilannya, perjalanannya, dsb.; 3. abe’e dandro keras pendirian; 4. sabe’e tandro orang yang keras pendirian; 5. abe’e högö keras kepala. abeta ks 1. pindah. No ara me abeta ira moroi ba da’a Sudah lama mereka pindah dari sini. 2. tersingkir. No abeta ia moroi ba dadaomania Dia telah tersingkir dari jabatannya. Sin. aheta abeto ks bunting untuk binatang berkaki empat babi, anjing, dsb.. Dipakai juga untuk perempuan yang hamil di luar nikah. lih. beto abila ks 1. bengkok Eu sabila Kayu bengkok; 2. abila lala sesat; ungkapan untuk orang yang sesat atau rusak moralnya 3. abila gera’era tidak jujur. Böi fao ba niha sabila era’era Jangan ikut dengan orang yang tidak jujur. aboto ks 1. pecah No aboto galasi khöda Gelas kita sudah pecah; No aboto gorahuara perkumpulan / organisasi mereka sudah pecah. Am He aboto bakha, böi aboto baero Perselisihan keluarga jangan sampai dibawa ke luar / diperlihatkan di luar. 2. aboto ba dödö mengerti, faham Me no ihaogö wangombakha, awena aboto sibai ba dödögu. Setelah dia menjelaskan dengan baik, saya baru sungguh-sungguh mengerti; 3. kefe saboto uang pecah. lih. arasa, boto abö’a ks 1. melengkung ke arah belakang, lawan dari bungkuk. 2. manja. Abö’a ia me so ga’ania. Dia manja karena kakak/abangnya bersama dia. aböda ks 1. urung, tak berkelanjutan. Aböda manö khöra huhuo da’ö Pembicaraan mereka itu tidak berkelanjutan. Am Fondrõni zabõda bakha har. Penarik yang urung ke dalam Sesuatu misalnya pembicaraan untuk pemancing agar seseorang mengeluarkan isi hatinya yang enggan / susah dinyatakannya. 2. aböda lela dalam keadaan sekarat. lih. akandro. abökha ks 1. retak, pecah-pecah, atau merenggang karena kekurangan cairan. Na aukhu dalu ba ahori abökha mbewe Kalau panas dalam maka bibir pecah-pecah sariawan. 2. agabökha pada pecah-pecah. Agabökha danö ba mbawa lökhö Di musim kemarau tanah pada retak. lih. aukha, agazilazila. abölö ks 1. kuat. Abölö ia wofanö Dia kuat berjalan; fa- kekuatan 2. lebat. Teu sabölö Hujan lebat. 3. ana’a sabölö kb emas murni. abönö ks cukup. Abönö zi no so, böi nönö sa’e Yang sudah ada cukup, jangan tambah lagi. lih. bönö, ibönö abösi ks 1. mata penuh dengan kotoran yang mengering, terasa gatal, dan agak susah melihat; diakibatkan oleh penyakit mata. 2. buta 3. tidak mau melihat Böi abösi wamaigi si sökhi Jangan menghindar melihat kebaikan. abötu ks 1. rasa sirih terlalu banyak kapurnya. Afo sabötu Sirih yang kebanyakan kapur. 2. terluka tipis di permukaan kulit akibat cakaran atau goresan, dsb. Abötu dangania Tangannya tergores. 3. mati. Abötu gutu na labe dalu-dalu Kutu kepala mati kalau diobati. aböu ks 1. bau. So de’u si mate ba zi tambai nomo, aböu sibai. Ada tikus mati di sebelah rumah, bau sekali. 2. aböu bekhu, aböu böhö bau orang yang jarang mandi, atau bau anak yang baru selesai bermain-main. abu dödö ks 1. sedih, susah. Abu dödögu wo’angeragö. Aku susah memikirkannya. fang-, kb. Oya sibai wangabu dödö ba ginötö iada’a Banyak sekali kesusahan sekarang. 2. abula dödö kb. kesusahan. Böi nönö gabula dödögu Jangan menambah kesusahan saya abu’a ks 1. lunas Lö sahori ibu’a gömönia khögu. Utangnya kepadaku belum habis dibayarnya. 2. berbalas, seri. No möna ia, no abu’a ira. Dia menang, mereka seri. abua ks 1. berat, sukar. Noro sabua beban berat. fang- kb pemberat 2. abua ba dödö Tidak ikhlas. Abua ba dödönia wanolo talifusönia Dia tidak ikhlas membantu saudaranya. 3. fangabua gölö kb pengendur semangat. Fehedenia sadarö-darö tobali fangabua gölö niha Perkataannya yang menusuk hati tajam mengendurkan semangat orang. abuabua ks kelihatan “berbobot” karena membawa oleh-oleh atau sesuatu penghormatan kepada pihak lain. Abuabua ia me so ia, i’ohe zumangeda. Dia datang dengan “bawaan berat” ia membawa penghormatan kita. aburu ks terkelupas kulit karena kena cairan panas. Aburu dangania göna fanikha wogore. Kulit tangannya terkelupas kena minyak goreng panas. abuso ks 1. kenyang. Abuso sibai ia Ia kenyang sekali. 2. fangabuso kb rejeki; sesuatu yang dinikmati konotasi negatif. Sinöndrania no tobali fangabuso niha bö’ö Penghasilannya menjadi rejeki orang lain. Uso dödö ngalöngalö, fangabuso ndri mböhö Kegembiraan lalat, pembuat nyamuk kenyang. abuza abuzabuza ks tidak berwibawa, tidak dipercaya orang lagi, ucapannya tidak bernas karena sesuatu berbagai tindakannya yang menghancurkan reputasinya. Abuza ba dödö niha na fahuhuo ia Tidak dipercaya orang kalau dia berbicara. No abuzabuza niha da’ö. Orang itu sudah kehilangan wibawa dan tidak dihormati orang lagi. lih. abozeboze, ahowihowi. ada’uda’u ks agak takut; takut-takut. Ada’uda’u ia wanörö sibongi ha ya’ia ha samösa. Dia agak takut pergi malam hari seorang diri. adada ks 1. melorot; hampir jatuh. Oluo khönia zaraewania, irege adada tou. Celananya kebesaran sehingga melorot. 2. turun dari posisi normal. Börö me oya mbua maga, ba adada ndraha-ndraha Karena berbuah banyak, dahan-dahan mangga pada turun. Adada gota mbawi na lö ara tö mo’ono. Perut babi menurun saat menjelang beranak. 3. lepas; tak terjangkau Am Adada gohitö si lö dayadaya. Tanpa modal, persiapan, dan perencanaan yang baik, sesuatu target atau tujuan tak terjangkau akan lepas. 4. rusak Ibörögö adada sa’e nomo da’ö börö me lö sangiagö Rumah itu mulai rusak karena tidak ada yang mendiami. Adada gorahua si lö fahasara dödö Tanpa kekompakan, suatu perkumpulan akan hancur. adawadawa ks rendah untuk pohon, rumah. No adawadawa nomo da’ö. Rumah itu kelihatan rendah. adö’ö ks tersedak. adogo adogodogo ks 1. pendek; singkat. Huhuonia no adogodogo sibai Pidato / khotbahnya singkat sekali. 2. adogo’ö persingkat; singkatkan Adogo’ö manö wangombakha Singkatkan saja menceritakan / menuturkan adölö ks 1. lurus. Adölö sibai lala sibohou mufazökhi andrö. Jalan yang baru dibangun itu sangat lurus. 2. menuju ke. Hezo adölö ami ? Hendak menuju ke mana kalian ? adöni ks 1. tertarik Adöni dödögu wamaigi gayania wanunö. Saya tertarik melihat gayanya bernyanyi. Adöni tanö ba da’a. Tertarik ke arah sini. adu kb patung. Adu zatua Patung leluhur. Me föna manömba adu Nono Niha. Di zaman dahulu, Orang Nias menyembah patung. adudu ks ambruk; runtuh; roboh. No adudu ba nangi nomo sibohu mufazökhi andrö. Rumah yang baru dibangun itu telah runtuh karena angin. adulo kb 1. telur. Adulo manu telur ayam. Safusi gadulo Putih telur. Sa’usö gadulo Kuning telur. 2. mangadulo bertelur. Mangadulo khöda manu. Ayam kita bertelur. aduwa ks 1. tumpah. Böi da’ida’i wholohe ena’ö böi aduwha. Hati-hati membawa agar jangan tumpah. 2. tumpah ruah manusia. Börö me ahatö ndröfi sibohou, aduwha niha ba harimbale. Karena tahun baru sudah dekat, manusia tumpah ruah ke harimbale pasar / pekan mingguan desa. abusa ks lecet; lepuh; terkelupas. Abusa guli gahenia ba wamake badagahe sibohou andrö. Kulit kakinya lecet karena sepatu baru. ae 1. kki = ae’e pergi. Ae ombakha’ö khöra wa no tohare domeda. Pergi beritahukan pada mereka bahwa tamu kita sudah datang. Böi ae ae’e ha ya’ugö Jangan pergi sendirian. 2. pernyataan rasa kesal atau kurang senang. Ae …, hana wa ölau da’ö. Ah, mengapa engkau berbuat begitu. 3. kkt amat; sangat Ara ae larugi Lama sekali mereka sampai. Ebua ae nomo sawena mufazökhi andrö. Besar sekali rumah yang baru dibangun itu. Dalam pengertian 3 ini ae, selain menerangkan kata sifat, juga menggambarkan perasaan kekaguman, kekesalan, kekecewaan, dsb. seseorang terhadap sesuatu hal yang diamati atau dialaminya. a’ebu ks bungkuk. Niha sa’ebu Orang bungkuk. aefa ks 1. lepas. No aefa dagutagu zinga mbarunia. Jahitan di pinggir bajunya lepas. 2. kk berakhir, selesai. No aefa rafe mbanua. Pertemuan desa sudah berakhir. 3. sesudah; lalu. Lafaku ua, aefa da’ö laboboto Dicangkul dulu, lalu digemburkan. 4. lahir. No aefa nono khö Nina Harita Anak Ina Harita telah lahir. aefata kkt keterlaluan. Aefata na lö ö’ila lalau ba fasa Keterlaluan kalau engkau tidak tahu jalan ke pasar. aekhu kk 1. jatuh. Sin. atoru No aekhu gofekofegu. Dompet saya jatuh. 2. bermuara pada sesuatu kebaikan, kejahatan, dsb. Aröu’ögö moroi ba mbuabua si lö sökhi saekhu ba wa’atekiko. Jauhilah perbuatan jahat yang menuju kehancuran. 3. aekhu luo matahari terbenam. lih. aekhula 4 aekhu niha orang banyak datang / berdatangan. Aekhu niha me larongo so nomo sakhozi Orang banyak berdatangan ketika mendengar ada rumah terbakar. aelo ks 1. licin. Böi da’ida’i wanörö lala saelo. Pelan-pelan berjalan di jalan licin. 2. aelo lela cadel; tidak bisa mengucapkan huruf R dengan jelas. aeru ks 1. menyempit. Aeru lala da’ö börö me lö asese latörö niha. Jalan itu menyempit kiri-kanan ditumbuhi semak karena jarang dilewati orang. 2. langsing 3. aerua kb bagian yang menyempit. Aeru lafoyo Lingkar pinggang kecil sekali. aetu ks 1. putus. Oya zaetu lala ba mbaŵa deu Selama musim hujan banyak jalan putus. 2. selesai. No aetu rafe. Pertemuan sudah selesai. 3. aetula – angetula kb putusan, simpulan. a’ewo ks sudah cukup tua tapi belum nikah. Sin. atua barö. afaito ks 1. nakal. Afaito sibai nono da’ö Nakal sekali anak itu. 2. jahat Afaito ae niha da’ö Orang itu jahat sekali. afasi kb kapas. afatö ks 1. patah. Afatö döla geu ba nangi sabölö. Karena angin kencang batang kayu patah. 2. afatöla kb patahan. 3. afatö dödö kecewa. 4. afatö-fatö lantang. Afatö-fatö na fahuhuo ia Lantang kalau ia berbicara. afau ks parau. afeto ks pahit. Afeto sibai daludalu nibe’e doto andrö. Obat yang diberikan dokter itu pahit sekali. Am Alawa luo, afeto duo, aisö nidanö mbanio. Har Hari makin siang, tuak terasa pahit, air kelapa terasa asam. afi 1. kb sayap. Afi marafadi Sayap merpati. Tebai muhombo wofo da’ö, no afatö gafi. Burung itu tidak bisa terbang, sayapnya sudah patah. 2. kb api. Kureta afi kereta api. Di sini, afi merupakan kata serapan dari Bahasa Indonesia melalui perubahan huruf bunyi “p” menjadi “f”. Kureta adalah juga kata serapan dari Bahasa Indonesia. afi’afi kb korek api; mancis; geretan. Alui gafi’afi, tatunu wandru. Cari korek api, kita menyalakan lampu. Afi’afi lele adalah nama khusus untuk korek api. Ono gafi’afi batang korek api. afiso aj 1 tuli. 2 niha safiso orang tuli. No i’osafiso ia me lahede’ö ia. Ketika dia ditegur dia berlagak seperti orang tuli afo kb sirih. Terdiri dari daun sirih tawuo, kapur betua, gambir gambe, fangoyo, pinang fino dan kadang-kadang tembakau bago. Pembuatannya adalah sebagai berikut. Selembar daun sirih dibelah dua, tangkai daun dibuang, dan ujung daun yang lancip dipotong. Di atas permukaan bawah punggung daun dilengketkan kapur secukupnya, lalu daun atau getah gambir diletakkan di atasnya. Lantas daun sirih yang telah dibubuhi kapur dan gambir tadi dilipat tiga sehingga campuran tadi tertutup dalam lipitan tersebut. Di atas lipatan itu diletakkan pinang, lalu daun sirih tadi digulung, berintikan pinang. Sirih siap ditawarkan atau diedarkan. Kadang-kadang tembakau dicampur sewaktu penyiapan, atau secara terpisah dimasukkan ke dalam mulut oleh si penyantap sirih. afusi ks 1. putih. Afusi mbaru nifakenia. Baju yang dipakainya berwarna putih. 2. lurus, bersih. Afusi dödönia khögu. Hatinya lurus / bersih tidak punya maksud jahat padaku. afuru ks tumpul. No ara lö mudali mbalatu andre, afuru sibai. Pisau ini sudah lama tidak diasah, tumpul sekali. aisö ks 1. asam. Aisö raso ndrima, ami raso nidanö döwu. Jeruk berasa asam, air tebu berasa manis. 2. masam. Aisö mbawania khögu. Mukanya masam kepadaku. a’usö ks kuning. asoso ks masak; matang. No asoso gae ba hogu. Pisang telah masak di pohon. ataha ks mentah. Ataha nasa mbua ndruria khöda, tebai niteu. Buah durian kita masih mentah, belum bisa dipetik. aukhu ks panas; masak. No aukhu nidanö, fazökhi öda kofi. Air sudah panas masak, buatkan kopi untuk kita. Aukhu nösigu, mofökhödo. Badanku panas, saya sakit. anehe ks mengenal seseorang / sesuatu dengan baik. Ha samuza falukhaga, andrö lö anehedo sibai ia. Kami baru berjumpa satu kali, makanya saya tidak begitu mengenalnya. anigo ks terganggu oleh bunyi, perbincangan atau perbuatan yang tidak menyenangkan. Anigo ndra’o gamuatami. Aku muak dengan perbuatan kalian. Böi mifaguagua, anigo namada. Jangan ribut, ayah terganggu. alukhö ks tidak/belum pernah. Alukhö möido ba mbanuami. Saya belum pernah ke kampung Anda. alözö ks sesuatu tidak muat atau terlalu ketat karena yang dilalui sempit. Alözö khönia zaraewania. Celananya kesempitan. Id Niha salözölözö uto. Orang yang tidak berpikir panjang dan emosional. ambala kb selimut. alakha tabu. Böi falele, alakha. Jangan memaki, itu tabu. alawö ks segan, sungkan. Alawö ia wehede khö zibayania. Dia segan berbicara pada pamannya. Ungakapan lawö-lawösi = segan-segan terkait erat dengan kata alawö dan kemungknan besar muncul dari kata itu. Böi lawö-lawösi wahuhuosa khönia. Jangan segan-segan berbicara kepadanya. amatöröwa kb 1. kerajaan, daerah kekuasaan, jajahan. He wa’ae lö arara, no irai möi amatörö Nifo soi Indonesia. Walau tidak lama, Indonesia pernah menjadi jajahan Jepang. 2. bawahan, suruhan, seseorang/kelompok yang tunduk pada seseorang / kelompok lain. Böi bali’ögö amatöröwania, faoma ono ami. Jangan tunduk padanya = jangan mau disuruh-suruh, kalian sederajat. alawa ks 1. tinggi. No alawa döla ndruria nitanögu no andrö. Pohon durian yang saya tanam dulu sudah tinggi. 2. alawa niha berpostur tinggi. Alawa niha ga’ada. Abang kita berpostur tinggi. amakhaita kb hubungan kekerabatan; kerabat. asule kb senjang. amuata kb amuata. Sökhi sibai gamuata nono da’ö. Baik sekali kelakuan anak itu. alui kki 1. cari. No atoru nono kusi, da ta’alui. Anak kunci telah jatuh, mari kita cari. 2. fangalui mata pencaharian. Fangalui bisa juga berarti proses pencarian. Ada kecendrungan menggunakan awalan fo- sehingga menjadi fo’alui. Pemakaian awalan fo- di sini tidak tepat. Moguna khöda sete ba wangalui falölöwa saekhu tou. Kita memerlukan senter untuk mencari jarum yang jatuh. angango kb dahi. No mesokho gangangoia, göna osö-osö. Dahinya luka kena paku. araro kb langit-langit mulut. ati’ati kb anting-anting. Ifake gati’ati ana’a. Dia memakai anting-anting emas. aya 1. kb kalung. 2. kki ayak. Hamo ni’aya. Tepung ayakan. alo’alo kb Bau tak sedap dari ketiak. Aböu alo’alo ahele ks tergelincir. Ahele ia wanörö lala saelo. Dia tergelincir di jalan yang licin / becek. awhökhu kb empedu. angaya ks menipu, tidak benar, tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Fali’era si lö angaya Neraca alat timbangan yang mengukur dengan benar yang sudah dikalibrasi. Faliera sangaya. Alat timbangan yang memerlukan kalibrasi. ara’ara danõ kb sejenis cacing tanah yang mengeluarkan bunyi nyaring pada malam hari. Humede zui gara’ara danõ. Cacing tanah berbunyi lagi. arara ks sunguh; benar. Arara niwa’öu. Benar yang engkau katakan. arara dödö ks terhibur. Arara dödögu me no öhaogö wanutunö. Hatiku terhibur setelah engkau menceritakan / menjelaskan dengan baik. alahoitö ks dewasa; matang; sudah bisa kawin. Alahoitö ndra’ugö, ba lö ö’ila obabaya halöwöu. Engkau sudah dewasa tetapi belum bisa mengerjakan sendiri pekerjaanmu masih perlu dikomandoi. alau 1. jatuh Sin. alabu 2. masuk ke dalam jebakan. Alau ia ba ndra’alawe. Ia masuk jebakan perempuan. 3 dikawini. No alau zihene ba manu meda Ayam dara sudah dikawini ayam bangkok. angetula kb simpulan, putusan. Moguna mu’ombakha’ö ba zato gangetula rafe ma’ökhö. Perlu diberitahukan kepada khalayak putusan rapat hari ini. alimbama ks terkena penyakit yang dipercaya diakibatkan makhluk halus. Sin. tesafo arawi 1. kb musang. No alau garawi ba mbölödi. Musang masuk perangkap. 2. ks sobek, robek. Arawi mbarunia, tokhai ba gosö’osö. Bajunya sobek tersangkut pada paku. atoru jatuh sin. aekhu. No atoru laedurugu. Cincinku jatuh. No atoru mbua ndruria, ae halö. Durian sudah jatuh, pergi ambil. aekhula kb barat. An. atumbukha Mofanö ira adölö ba gaekhula. Mereka pergi menuju ke barat. asio kb garam. Ami asio asin. Afeto asio keasinan karena kebanyakan garam. aso’a tumbang. Aso’a geu sebua na nagi sabölö. Pohon besar tumbang karena angin kencang. alitö kb api. Holahola galitö. Nyala api. Eu galitö. Kayu api. Ewua’ö khöda galitö Nyalakan api untuk kita. azuni kb sarang. Azuni wofo. Sarang burung.
NiasUtara, Postgraduate Degree (S2) Program, Z Selamat Datang. Postgraduate Degree (S2) Program di Nias Utara Sumut, tantular jakarta bl s2 fisip umj jakarta bl mmt unkris, making it affordable communities to make it more affordable. S2 on program of study and concentration specificity of, college participants postgraduate degree s2 program.
140 Kosakata Bahasa di Berbagai Daerah yang Sering Digunakan Beserta Artinya – Indonesia merupakan negara dengan jumlah bahasa daerah yang sangat banyak. Dengan jumlah 726 bahasa daerah dari seluruh suku dan etnis, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan jumlah bahasa terbanyak setelah Papua Nugini. Kosakatanya pun sangat beragam, ada yang sangat sering digunakan dan ada yang sama sekali tidak diketahui oleh orang selain pengguna bahasa itu sendiri. Nah, kali ini Mamikos akan membagikan beberapa kosakata bahasa di berbagai daerah yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia serta artinya. Informasi Terbaru Kosakata Bahasa di Berbagai Daerah yang Sering DigunakanDaftar IsiInformasi Terbaru Kosakata Bahasa di Berbagai Daerah yang Sering DigunakanBahasa Daerah yang Paling Banyak Digunakan di IndonesiaDaftar Lengkap Kosakata Bahasa Daerah yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia Serta Artinya Daftar Isi Informasi Terbaru Kosakata Bahasa di Berbagai Daerah yang Sering Digunakan Bahasa Daerah yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia Daftar Lengkap Kosakata Bahasa Daerah yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia Serta Artinya Sebagai negara dengan suku dan etnis yang sangat beragam, negara Indonesia tentunya memiliki keragaman bahasa daerah selain bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional. Meskipun hanya ada 34 provinsi, nyatanya negara ini memiliki 726 bahasa yang digunakan oleh setiap penduduk dari masing-masing suku dan etnis. Beberapa kosakata bahasa di berbagai daerah tersebut sering digunakan dan mungkin akan berguna jika kamu mengunjungi daerah tersebut. Simak informasi seputar daftar lengkap kosakata bahasa di berbagai daerah yang telah Mamikos himpun berikut ini. Bahasa Daerah yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia Seperti yang sudah Mamikos sebutkan di atas, Indonesia memiliki 726 bahasa daerah yang telah tercatat secara resmi. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak sepuluh bahasa daerah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Bahasa Jawa menjadi bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia dengan jumlah total penuturnya 100 juta jiwa. Berikut ini adalah 10 bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia beserta dengan jumlah penuturnya. Bahasa Jawa jiwa Bahasa Sunda jiwa Bahasa Madura jiwa Bahasa Minang jiwa Bahasa Musi jiwa Bahasa Bugis jiwa Bahasa Banjar jiwa Bahasa Aceh jiwa Bahasa Bali jiwa Bahasa Betawi jiwa Daftar Lengkap Kosakata Bahasa Daerah yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia Serta Artinya Nah, selanjutnya Mamikos akan membagikan beberapa kosakata bahasa di berbagai daerah yang sering digunakan serta artinya dalam bahasa Indonesia. Kata-kata berikut ini mungkin akan sangat berguna ketika kamu pergi ke daerah tertentu baik itu untuk berlibur maupun untuk urusan lainnya. Kamu bisa menggunakan kosakata bahasa di berbagai daerah berikut untuk meminta tolong, berterima kasih, atau yang lainnya. Berikut daftar lengkapnya. Kosakata Bahasa di Berbagai Daerah Untuk Terima Kasih Kosakata bahasa di berbagai daerah berikut bisa kamu gunakan untuk mengucap “terima kasih” kepada orang lain. Bahasa Aceh sabah; teurimong geunaseh; brejen Bahasa Batak mauliate; bujur Bahasa Lampung teghemo kasih; teghima kasih; njengkepi parikan; nerima nihan Bahasa Bangka makaseh Bahasa Nias saohagölö Bahasa Natuna terime kaseh Bahasa Sunda hatur nuhun Bahasa Jawa suwun; matur nuwun; kasuwun Bahasa Malang matur suwun Bahasa Madura mator sekelangkong; keso’on Bahasa Bali matur suksma Bahasa Manggarai tiba teing; walidi’a Bahasa Sasak tampi asih Bahasa Bima tarima kasih Bahasa Dayak Maanyan tarima kasih Bahasa Dayak Randuk makaseh Bahasa Dayak Ngaju tarima kasih Bahasa Dayak Kenyah tarima kasih Bahasa Manado makase Bahasa Minahasa makapulu sama’ Bahasa Gorontalo odu’olo Bahasa Banggai tinatauan Bahasa Buol terima kasih Bahasa Mamuju tarima kasi’ Bahasa Mandar tarima kasi’ Bahasa Wolio tarima kasi Bahasa Wakatobi tarima kasi Bahasa Kendari tarima kasih Bahasa Luwu/Palopo kurru sumanga’ Bahasa Toraja kurre sumanga’ Bahasa Bugis kurru sumange; tarima kasi’ Bahasa Makassar tarima kasi’ Bahasa Ternate sukur dofu-dofu Bahasa Tidore sukur dofu Bahasa Ambon tarima kasih; dangke Kosakata Bahasa di Berbagai Daerah Untuk Mengucapkan Maaf Nah, kalau kamu berbuat kesalahan dan hendak mengucapkan kata “maaf”, kamu bisa pakai salah satu kosakata bahasa di berbagai daerah yang berikut ini. Bahasa Aceh meuah; meuampon Bahasa Batak santabi; marpanganju; maaphon Bahasa Lampung mahap Bahasa Bangka maaf Bahasa Nias bologö dödöu Bahasa Natuna maaf Bahasa Sunda punten; hapunten; hampura Bahasa Jawa nyuwun pangapura Ngoko; pangapunten Krama; sepurané Ngoko Bahasa Malang sepurane Bahasa Madura seporanah; glenon; amit Bahasa Bali ampura; sinampura; nunas lugra; ngidih pelih Bahasa Manggarai neka rabo Bahasa Sasak agung ampure; ampurayan Bahasa Bima kangampu Bahasa Dayak Maanyan ampun; maaf Bahasa Dayak Randuk maaf Bahasa Dayak Ngaju laku maaf Bahasa Dayak Kenyah maap Bahasa Manado maaf Bahasa Minahasa ampung Bahasa Gorontalo mohile ambungu; bolo maapu Bahasa Banggai tebea Bahasa Buol ambun Bahasa Mamuju a’dampangang Bahasa Mandar adappanganga’ Bahasa Wolio maafu Bahasa Wakatobi melu maafu Bahasa Kendari tabe mi Bahasa Luwu/Palopo paddampangan Bahasa Toraja tabe’; pagarri; paramisi Bahasa Bugis addampengika’ Bahasa Makassar pamopporang Bahasa Ternate tabea Bahasa Tidore lahi maaf Bahasa Ambon parmisi Kosakata Bahasa di Berbagai Daerah Untuk Meminta Tolong Kamu sedang butuh bantuan saat berlibur ke daerah tertentu? Kosakata bahasa di berbagai daerah di bawah ini bisa kamu gunakna untuk mengatakan “tolong” kepada penduduk di daerah tersebut. Bahasa Aceh tulong Bahasa Batak urupi; siamunmi; sampat Bahasa Lampung tulung Bahasa Bangka tulong Bahasa Nias tolo Bahasa Natuna tulung; tulong Bahasa Sunda tulung Bahasa Jawa nyuwun; njaluk tulung Bahasa Malang tulung Bahasa Madura nyo’on tulung Bahasa Bali ngidih tulung; diolas Bahasa Manggarai campe Bahasa Sasak tunas tulung Bahasa Bima kanembak; inga Bahasa Dayak Maanyan awat Bahasa Dayak Randuk talau Bahasa Dayak Ngaju laku dohop Bahasa Dayak Kenyah me’bo Bahasa Manado tolong Bahasa Minahasa tulung Bahasa Gorontalo mohile turungi Bahasa Banggai tabe Bahasa Buol tuyung Bahasa Mamuju kadulu Bahasa Mandar tulunga’ Bahasa Wolio tulungi Bahasa Wakatobi melu tullu Bahasa Kendari tolong mi Bahasa Luwu/Palopo melaku tulung Bahasa Toraja tolong Bahasa Bugis tulung; ewaika’ Bahasa Makassar appala’ tulunga’; tolonga; ammali; ambali Bahasa Ternate tolong Bahasa Tidore bantu Bahasa Ambon tolong Kosakata Bahasa di Berbagai Daerah Untuk Selamat Pagi Kalau untuk mengucapkan “selamat pagi”, kamu bisa gunakan beberapa kosakata bahasa di berbagai daerah berikut ini. Bahasa Aceh seulamat beungoh Bahasa Padang selamek pagi Bahasa Jawa sugeng enjing Bahasa Sunda wilujeng enjing Bahasa Banjar selamat bisukan Bahasa Minang selemat pagi Bahasa Damal, suku asal Papua amole Bahasa Bengkulu pueng tu pagi Bahasa Moi, suku asal Papua lawobok Bahasa Bugis Makassar salama’ bari’ basaa’ Bahasa Bali rahajeng semeng Bahasa Ambon salamat pagi Bahasa Dayak Ngaju Kalimantan salamat hanjewu Bahasa Lampung selamat tukuk Bahasa Dayak Ma’anyan Kalimantan salamat ka’ayat Kosakata Bahasa di Berbagai Daerah Untuk Selamat Datang Kamu hendak mengucapkan “selamat datang” kepada tamu dari luar daerahmu? Maka kamu bisa menggunakan salah satu kosakata bahasa di berbagai daerah berikut ini. Bahasa Sunda wilujeng sumping Bahasa Jawa sugeng rawuh Bahasa Bali om swastiastu Bahasa Papua onomi fakhai Bahasa Lampung selamat ratong Bahasa Makassar salama engka Bahasa Dayak Ngaju kopisanangan kinorikatan Kosakata Bahasa di Berbagai Daerah Untuk Apa Kabar Nah, kalau kosakata bahasa di berbagai daerah yang terakhir ini bisa kamu pakai saat hendak bertanya “apa kabar” kepada lawan bicaramu. Bahasa Sunda kumaha kabarna? Bahasa Cirebon Priben kabare? Bahasa Jawa Surabaya yok opo kabare rek? Bahasa Jawa Solo, Yogya piye kabare? Bahasa Betawi gimane kabarnye? Bahasa Dayak Banjar napa habar? Bahasa dayak Ngaju narai kabar? Bahasa Aceh neu na haba? Bahasa Sumbar ba a kabanyo? Bahasa Makasar apa kareba? Bahasa Bima NTB bune haba? Bahasa Nias hadia duria? Bahasa Kalsel kyapa habar pian? Demikian informasi yang bisa Mamikos sampaikan seputar kosakata bahasa di berbagai daerah yang sering digunakan. Sebagai alat untuk berkomunikasi, ada baiknya kamu mempelajari beragam bahasa yang ada di Indonesia. Selain untuk menambah ilmu pengetahuan, kamu juga bisa membantu untuk melestarikan kebudayaan Indonesia, lho! Untuk kamu yang sedang bingung mencari tempat tinggal di dekat sekolah atau kampus idaman, kamu bisa install aplikasi Mamikos untuk mempermudahmu. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost dekat kampus UI Depok Kost dekat kampus UNINDRA Jakarta Selatan Kost dekat kampus UNDIP Semarang Kost dekat kampus UGM Yogyakarta Kost dekat kampus UNY Yogyakarta Kost dekat kampus UMY Yogyakarta Kost dekat kampus ITB Bandung Kost dekat kampus ITS Surabaya Kost dekat kampus Atma Jaya Jakarta Kost dekat kampus UNJ Jakarta Kost dekat kampus UBAYA Surabaya Kost dekat kampus UNPAD Dipatiukur Kost dekat kampus STAN Jakarta Kost dekat kampus IPB Bogor Kost dekat kampus UPI Bandung Kost dekat kampus UIN Jakarta Kost dekat kampus UIN Yogyakarta Kost dekat kampus UNAIR Surabaya Kost dekat kampus ITS Surabaya Kost dekat kampus UNESA Surabaya Kost dekat kampus UIN Surabaya Kost dekat kampus UNHAS Makassar Kost dekat kampus UKI Paulus Makassar Kost dekat kampus Universitas Muhammadiyah Makassar Kost dekat kampus Universitas Fajar Makassar Kost dekat kampus STMIK Dipanegara Makassar Kost dekat kampus lainnya… Kaliini kita dapat belajar bahasa Nias dengan mudah, mulai dari bahasa umumnya. Untuk kosa kata 'apa' dalam bahasa Indonesia akan berubah menjad Hadia dalam bahasa Nias. Contoh kalimatnya: Apa yang terjadi dengan kalian? maka dalam bahasa Nias menjadi hadia zalua khomi ? Apa yang terjadi ? menjadi hadia zalua ? Ada apa itu ? menjadi hadia da'o ? Apabila ingin mengucapkan sesuatu ke dalam bahasa Nias, terjemahan ini dapat membantu anda mengatakannya. Kalimat bahasa Indonesia yang disusun di halaman ini merupakan kalimat-kalimat umum yang sering diucapkan setiap hari. Bahasa Nias adalah bahasa yang dituturkan masyarakat di wilayah kepulauan Nias, Sumatera utara, Indonesia. Secara tradisional, bahasa daerah ini dikenal dengan istilah Li Niha. Berdasarkan pada varietas bahasanya, setidaknya terdapat 3 dialek penutur yaitu utara, tengah dan selatan Nias. Dialek bagian utara dicirikhas oleh penutur yang berada di kabupaten Nias, kota Gunungsitoli, Nias barat termasuk kepulauan Hinako dan Nias utara. Dialek tengah sentral dipopulerkan oleh penutur dari Lahusa, Gomo dan sekitarnya. Sedangkan dialek selatan dipopulerkan oleh masyarakat di kota Telukdalam, Hilisatarö, Lagundri, Sorake, Bawömataluo, Siwalawa, Ono Hondrö, Hilinawalö Fau, Ete Batu, Bawögosali, Hilisimaetanö, Kepulauan Batu dan berbagai desa lainnya di Kabupaten Nias dengan perkembangan dari ketiganya, dialek bagian utara Nias yang tersebar luas/dituturkan sebagian besar masyarakat di pulau ini. Oleh karena itu, penulisan terjemahan kalimat dari bahasa Indonesia pada halaman ini disesuaikan dengan arti atau makna yang terkandung dalam dialek utara. Namun sebelumnya, anda perlu mengetahui bagaimana cara pelafalan pronunciation sesuai kebahasaannya. Pada dasarnya pelafalan dalam bahasa Nias nyaris semuanya serupa dengan kaidah dalam bahasa Indonesia. Hanya saja, terdapat sedikit perbedaan pada pelafalan karakter konsonan "W" dan vokal "Ö". Jika dalam bahasa Indonesia, konsonan "w" dilafalkan seperi bunyi /w/ dalam kata "wawancara", dalam bahasa Nias berbeda. Yang serasi dengannya adalah konsonan "ŵ". Sedangkan vokal "ö" dapat diucapkan layaknya /e/ dalam kata "empuk". Nah, untuk memudahkan anda memahaminya, terjemahan akan disusun dengan kalimat affirmatif, negatif dan interogatif baik berdasarkan standar formal maupun informal bahasa sehari-hari.Kalimat Positif adalah kalimat yang mengandung makna penegasan/pernyataan. Biasanya, sering disebut sebagai kalimat afirmatif yang ciri khas kalimatnya adalah setidaknya memiliki subjek, predikat dan tidak menggunakan kata "tidak/bukan" dalam kalimatnya. Misalnya, "Saya menulis surat".Kalimat negatif adalah kalimat yang mengandung makna sangkalan/penolakan. Ciri utamanya adalah setidaknya memiliki subjek dan predikat, tetapi selalu menggunakan kata "tidak/bukan" dalam kalimatnya. Misalnya, "Saya tidak menulis surat".Sedangkan kalimat interogatif adalah kalimat yang merupakan pertanyaan untuk mendapatkan persetujuan. Ciri khas utamanya adalah kalimatnya selalu diawali dengan kata tanya "apakah" dan akhir dengan tanda tanya. Kalimat ini membutuhkan jawaban ya maupun tidak/bukan. Misalnya, "apakah anda sedang menulis surat?" Jawab "ya" atau "tidak".Dalam komunikasi sehari-hari, penutur bahasa Nias, Li Niha, cenderung menggunakan kalimat-kalimat informal sehingga sulit dipahami oleh pelajar Terjemahan Formal dan Informal Bahasa Indonesia ke Bahasa NiasSilakan pelajari terjemahan kalimat-kalimat bahasa Indonesia ke dalam bahasa Nias ingin makan nasi 1. Terjemahan dengan kalimat formalKalimat "saya ingin makan nasi" dapat diterjemahkan secara baku ke bahasa Nias yaitu "Ya'o omasi manga wakhe".Positif Saya ingin makan nasi = Ya'o omasi manga wakhe. Negatif Saya tidak ingin makan nasi = yao lö omasi manga wakhe. Interogatif Apakah anda ingin makan nasi? = Hadia omasi ndra'ugö manga wakhe? 2. Terjemahan kalimat InformalPositif Mau aku makan nasi = Omasido manga wakhe,Negatif Ga mau aku makan nasi= Lö omasido manga wakhe,Interogatif Mau kamu makan nasi? = Omasi'ö manga wakhe?Saya pergi ke sekolah 1. Terjemahan kalimat formalPositif Saya pergi ke sekolah = Ya'o mofanö ba zikola,Negatif Saya tidak pergi ke sekolah = Ya'o lö mofanö ba zikola, Interogatif Apakah kamu pergi ke sekolah? = Hadia mofanö ndra'ugö ba zikola? 2. Terjemahan kalimat informalPositif Mau ke sekolah aku sekarang = Möido ba zikola iada'a, Negatif Ga mau ke sekolah aku sekarang= Lö möido ba zikola iada'a,Interogatif Mau ke sekolah kamu sekarang? = Möi'ö ba zikola iada'a?Saya adalah Seorang Pelajar 1. Terjemahan kalimat formal Positif Saya adalah seorang pelajar = Ya'odo ya'iada'ö samösa iraono nifaha'ö,Negatif Saya bukan seorang pelajar = Ya'odo tenga samösa iraono nifaha'ö,Interogatif Apakah kamu seorang pelajar? = Hadia ya'ugö samösa iraono nifaha'ö?2. Terjemahan kalimat informalPositif Aku masih pelajar = Iraono nifaha'ö ndra'odo nasa, Negatif Saya bukan seorang pelajar = Tenga samösa iraono nifaha'ö ndra'odo,Interogatif kamu seorang pelajar? = Samösa iraono nifaha'ö ndra'ugö? Saya adalah Seorang Siswa 1. Terjemahan kalimat formalPositif Saya adalah seorang siswa = Ya'odo ya'iada'ö samösa iraono sikola,Negatif Saya bukan seorang siswa = Ya'odo tenga samösa iraono sikola,Interogatif Apakah kamu seorang siswa? = Hadia ya'ugö samösa iraono sikola?2. Terjemahan kalimat informalPositif seorang siswa aku ini = Samösa iraono sikola ndra'odo da'a, Negatif bukan seorang siswa aku ini = Tenga samösa iraono sikola ndra'ododa'a,Interogatif kamu siswa ya? = Iraono sikola ndra'ugö ba? Saya adalah seorang Guru 1. Terjemahan kalimat formalPositif Saya adalah seorang guru = Ya'odo ya'iada'ö samösa samaha'ö,Negatif Saya bukan seorang guru = Ya'odo tenga samösa samaha'ö,Interogatif Apakah kamu seorang guru? = Hadia ya'ugö samösa samaha'ö?* Samaha'ö bersinonim dengan kata samaguru ataupun Terjemahan kalimat informalPositif guru aku ini = Samaha'ö ndra'odo da'a, Negatif Bukan guru aku ini = Tenga samaha'ö ndra'odo da'a,Interogatif Emangnya seorang guru kamu ini ya? = Samösa samaha'ö ndra'ugö da'a ya'ö ba? *Ya'ö artinya emang atau adalah seorang dokter 1. Terjemahan kalimat formal Positif Saya adalah seorang dokter = Ya'odo ya'iada'ö samösa doto,Negatif Saya bukan seorang dokter= Ya'odo tenga samösa doto,Interogatif Apakah kamu seorang dokter? = Hadia ya'ugö samösa doto?2. Terjemahan kalimat informalPositif aku dokter = Doto ndra'odo, Negatif bukan dokter aku = Tenga doto ndra'odo,Interogatif dokter kamu ya? = Doto ndra'ugö ba? Aku mencintaimu 1. Terjemahan kalimat formalPositif Aku mencintaimu = Ya'o mangomasi'ö ya'ugö, Negatif Aku tidak mencintaimu = Ya'o lö mangomasi'ö ya'ugö, Interogatif Apakah kamu mencintaiku? = Hadia ya'ugö mangomasi'ö ya'o?2. Terjemahan kalimat informal Positif Aku cinta kamu = Omasido ndra'ugö, Negatif aku ga cinta kamu = Lö omasido ndra'ugö, Interogatif emangnya aku cinta kamu? = Omasido ndra'ugö ya'ö?B. Terjemahan Bahasa Sehari-HariPenerjemahan ini dilakukan secara bebas tanpa terikat struktur formal kebahasaan yang digunakannya. Tujuannya adalah untuk mempermudah penutur asing dalam memahami bahasa Nias sehari-hari. 1. Bahasa Nias Kamu BerbohongKalimat "Kamu berbohong" dapat diterjemahkan ke bahasa Nias yaitu "Falimo'ö". Baca juga beberapa terjemahan relevan lainnya Lö öfatunö zindruhu = Kamu tidak mengatakan yang sebenarnya;Ölau waya = Kamu berbohong/berdusta;Ötutunö waya = Kamu menceritakan kebohongan;Falimo ndra'ugö = Kamu berbohong; Ölimodo = Kamu membohongiku;Fayau da'ö = Omongan kosongmu itu;Huohuo = Omong kosong/ Bahasa Nias Kamu Lagi di manaKalimat "kamu lagi di mana?" dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Nias yakni "Heza so ndra'ugö?" atau "Hezo so ndra'ugö?". Terjemahan relevan lainnya Hezo so'ö? = Kamu lagi di mana?;He so'ö? = Kamu di mana?;Hezo so-so ndra'ugö? = Kamu di mana saja nih?;Heza so'ö? = Kamu di mana?;Heza sö'ö mege? = Kamu di mana tadi?*Biasanya penuturnya lebih sering menggunakan kata Hezo daripada Heza. 3. Bahasa Nias Terima Kasih Terjemahan "Terima kasih" dalam bahasa Nias adalah Saohagölö. Biasanya, ucapan ini dibalas dengan kata yang sama. Dengan memahami cara berterima kasih sesuai kultur Nias pada umumnya, dapat memudahkan anda berinteraksi dengan masyarakat lokalnya. 4. Bahasa Nias Mau ke mana Terjemahan "Mau ke mana?" dalam bahasa Nias adalah "Hezo numalö'ö?". Anda juga dapat mengatakan "Hezo möi'ö?". Terjemahan relevan lainnya Hezo numalö'ö iada'a? = Mau ke mana sekarang?;Hezo möi ndra'ugö? = Kamu mau ke mana?;Hezo ölau'ö? = Mau ke mana?;Hezo mofanö'ö? = Ke mana kamu pergi?;Hezo ölau ndra'ugö zui? = Mau ke mana lagi?;Hezo nasa möi'ö? = Mau ke mana lagi?;Hezo muloyo'ö zui? = Mau pergi bersungut-sungut ke mana lagi?*Muloyo artinya bersungut-sungut di luar rumah jalan-jalan.5. Bahasa Nias Lagi NgapainTerjemahan "Lagi Ngapain?" dalam bahasa Nias adalah "Hadia halöŵö?". Terjemahan relevan lainnya Hadia halöŵömö? = Kamu lagi ngapain?;Hadia halöŵömi? = Kalian lagi ngapain?;Hadia halöŵöra? = Mereka lagi ngapain?Hadia halöŵönia? = Dia lagi ngapain?;Hadia halöŵö nasa? = Apa kerjaan lagi?;Hadia halöŵöda zui ba? = Apa kerjaan kita lagi ya?*Hadia halöŵö juga dapat diterjemahkan apa yang dikerjakan, sedang mengerjakan apa atau sedang berbuat Bahasa Nias Datang ke siniTerjemahan "datang ke sini" dalam bahasa Nias adalah "Ae ba da'a". Juga, dapat anda katakan "Aine ba da'a".Terjemahan relevan lainnyaAe'e ba da'a bale = Kemarilah,Ae'e ua bale = Pergi saja lah,Aine ba da'a, Sob = Kesini, SobAe ba da'a ua la = Kemari sebentarlah7. Bahasa Nias Selamat DatangTerjemahan "Selamat datang" dalam bahasa Nias adalah "Ya'ahowu wa'atohare". Beberapa kalimat relevan lainnya yang dapat membantu anda berkomunikasi dengan masyarakat lokal Nias, sebagai berikutYa'ahowu wa'atoharemö = Selamat datang untuk anda,Ya'ahowu wa'atoharemi = Selamat datang untuk kalian,Ya'ahowu we'asomö = Selamat datang untuk anda,Ya'ahowu we'asomi = Selamat datang untuk kalian,Ya'ahowu wa'atoharemö, ama = Selamat datang, pakYa'ahowu wa'atoharemö, ina = Selamat datang, buYa'ahowu wa'atoharemö, nogu = Selamat datang, nakYa'ahowu wa'atoharemi ba Hotel Soliga = Selamat datang di Hotel Soliga,No so ami = Selamat datang untuk kalian,No tohare ami = Selamat datang untuk kalian,No so'ö = Selamat datang untuk anda8. Bahasa Nias Selamat Berbahagia "Selamat berbahagia" dapat diterjemahkan ke dalam bahasa daerah Nias yakni Ya'ahowu wa'omuso dödö. Ucapan ini dapat digunakan pada acara pernikahan, perayaan kesuksesan pendidikan dan lainnya. Berikut beberapa kalimat relevan yang dapat membantu anda mengetahui lebih banyak tentang Li Niha Ya'ahowu si fao fa'omuso dödö = Turut bahagia, Ya'ahowu wamalua walöŵamö = Selamat atas pernikahanmu,Ya'ahowu wamalua walöŵa Lalla ba Lelle = Selamat atas pernikahan Lalla dan Bahasa Nias Siapa NamamuJika baru pertama kali bertemu sesorang, kita sering kali ingin mengetahui nama panggilannya supaya bisa lebih akrab di kemudian hari. Nah, pertanyaan "Siapa Namamu?" memiliki terjemahan dalam bahasa Nias yaitu "Haniha döimö?". Begitulah umumnya cara menanyakan nama seseorang yang digunakan masyarakat di Pulau Nias khusus dialek bagian utara. Selain itu, anda juga boleh mengucapkan kalimat berikut untuk menanyakan nama seseorang Hadia ukaoni khömö? = Aku panggil apa samamu?Hadia tola u'ila döimö? = Apakah aku boleh mengetahui namamu? Hadia lakaoni khömö? = Apa nama panggilanmu? Haniha döinia? = Siapa namanya?Haniha döimi? = Siapa nama kalian?Haniha döira? = Siapa nama mereka?10. Bahasa Nias Tunggu Sebentar"Tunggu Sebentar" dikatakan "Baloi Sabata" dalam bahasa Nias. Kalimat relevan lainnya Baloi sabata, ga'a he = Tunggu sebentar ya kak/bang;Sabata manö ya'i = sebentar saja;Ha sabata ya'i = Hanya sebentar saja;Baloi sabata bale, nakhi = Tunggu sebentarlah, dik;Baloi ua bale, de = Tunggulah, dik;Sabata wö le = Sebentar saja kok;Sabata ua le! = Sebentarlah!Baloi ma'ifu bale = Tunggu Bahasa Nias Saya haus "Saya haus" memiliki terjemahan dalam bahasa Nias yaitu "Owökhi dödögu".Kalimat relevan Owökhi dödömö = Kamu haus,Owökhi dödönia = Dia haus,Owökhi dödöda = Kita haus,Owökhi dödömi = Kalian haus,Owökhi dödöra = Mereka haus,Owökhi dödö ga Joe = Joe Bahasa Nias Saya Lapar "Saya Lapar" dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Nias yaitu "Olofodo". Kalimat relevan Olofo'ö = Kamu lapar,Olofo ami = Kalian lapar,Olofo ia = Dia lapar,Olofo ira = Mereka lapar,Olofo ita = Kita lapar,Olofo ga Joe = Joe lapar,Olofo ndra ga Joe ba Jane = Joe dan Jane Bahasa Nias Kamu tinggal di mana "Kamu tinggal di mana?" memiliki terjemahan dalam bahasa Nias yaitu Hezo toröi'ö?.Kalimat relevan Hezo so nahiamö? = Di mana tempatmu?Hezo so nomomö? = Di mana rumahmu?Hezo so nomomi? = Di mana rumah kalian? Ha'ökhö mi'agö nomo? = Di rumah siapa kalian tinggal?14. Bahasa Nias Silakan Masuk Terjemahan "Silakan masuk" dalam bahasa Nias adalah Ae bakha. Kalimat relevan Ae yomo = Silakan ke rumah/silakan masuk,Ae bakha ba nomo = Silakan masuk ke dalam rumah,Ae ba wöröma = Silakan ke tempat tidur,Ae bakha ba mbate'e = Silakan masuk ke kamar,Ae bakha, nakhi = Silakan masuk, Bahasa Nias Silakan Keluar Terjemahan "Silakan Keluar" dalam bahasa Nias adalah Ae baero. Kalimat relevan Ae baero = Silakan keluar,Ae baero ua = Silakan keluar dulu,Ae baero bale = Silakan keluarlah,Ae baero iada'a = Silakan keluar Bahasa Nias Aku suka kamu Terjemahan "aku suka kamu" dalam bahasa Nias adalah So wa'omasigu khömö. Kamu juga boleh mengatakan Omasido khömö. Kalimat ini sama dengan cara mengatakan aku sayang kamu atau aku cinta Bahasa Nias Aku Merindukanmu Terjemahan "Aku merindukanmu" dalam bahasa Nias adalah Ikana dödögu Ndra'ugö. Kalimat relevan Tekana ba dödögu Ndra'ugö = Hatiku merindukanmu,Tekana dödögu ba khömö = Aku rindu Bahasa Nias Aku benci kamu Terjemahan "Aku benci kamu" dalam bahasa Nias adalah Wa'asalagu Ndra'ugö. Kalimat relevanWa'asala khögu ndra'ugö = Aku membencimu,Baci ndra'odo khömö = Aku benci kepadamu. 19. Bahasa Nias Aku Penasaran Terjemahan "Aku Penasaran" dalam bahasa Nias adalah Akhari dödögu. Frasa relevan Akhari-khari dödögu = Saya sangat penasaran, Akhari si'ai dödögu = Aku sangat Bahasa Nias Biarkan Saja Terjemahan "Biarkan Saja" dalam bahasa Nias adalah La'ua manö. Ungkapan relevanLa'ua manö akha ilau = Biar saja dia melakukannya, La'ua le = Biarlah,La'ua manö bale = Biarkan Bahasa Nias Cantik Cantik dalam bahasa Nias adalah Baga. Namun, penutur aslinya lebih sering mengucapkan kata tersebut dengan pengulangan yaitu baga-baga. Sebab, jika hanya mengatakan baga, itu bisa saja menimbulkan makna lain yaitu, baik, bagus, indah, molek dan lainnya. Di sisi lain, kata siga/siga-siga sangat tidak cocok dikatakan kepada perempuan dan biasanya hanya ditujukan kepada laki-laki. ContohBaga-baga nono alawe da'ö = Gadis itu cantik,Ono alawe da'ö no baga-baga = Gadis itu tampak cantik,No baga-baga ndra'ugö = Kamu cantik,No baga-baga sibai si'ai ndra'ugö = Kamu cantik Bahasa Nias Ganteng Ganteng dalam bahasa Nias adalah Siga. Namun, penutur aslinya lebih sering mengucapkannya siga-siga untuk menggambarkan seorang lelaki yang ganteng. Sebab, selain arti ganteng, sesungguhnya kata Siga masih memiliki arti lain yaitu lincah, gesit, keren, cakap, tangkas atau hebat. Perlu diketahui bahwa penutur asli bahasa Nias Li Niha kata siga siga-siga biasanya ditujukan kepada kaum laki-laki. Sangat jarang dituturkan kepada kaum hawa atau kalimat untuk artian gantengSiga-siga nono da'ö = Anak itu ganteng,Siga-siga nono matua da'ö = Lelaki itu ganteng, No siga-siga nono matua da'ö = Laki-laki itu ganteng, No siga-siga'ö = Kamu Bahasa Nias Ya "Ya" dalam bahasa Nias adalah Lau. Contoh A Halö khögu mbuku da'ö, nakhi. B Lau, ga'a.
Terjemahanfrasa SELAMAT DATANG DI DUNIA dari bahasa indonesia ke bahasa inggris dan contoh penggunaan "SELAMAT DATANG DI DUNIA" dalam kalimat dengan terjemahannya: Selamat datang di dunia animasi, visual effects, dan hiburan.
Knowing how to say hello in Malaysia based on the time of day will help you break the ice with locals in a fun way while traveling in Malaysia. To say hello in Malay, begin with the word selamat sounds like "suh-lah-mat" and add the corresponding time-based greeting to the end of it selamat pagi sounds like "pag-ee" for morning, selamat tengah hari sounds like "teen-gah har-ee" for early afternoon, selamat petang sounds like "puh-tong" for late afternoon, and selamat malam sounds like "mah-lahm" for evening. Although a simple "hi" or "helo" local spelling will work fine, practicing the greetings they use shows that you have an interest in learning a bit about the local culture. Because of the cultural diversity, most of the people in Malaysia with whom you interact will speak and understand English well. Everyone certainly knows what "hello" means. Regardless, basic greetings in Bahasa Malaysia are easy to learn. Unlike other languages such as Thai and Vietnamese, the Malaysian language is not tonal. The rules of pronunciation are very predictable and straightforward. Making life even easier, Bahasa Malaysia implements the classical Latin alphabet so familiar to English speakers. The Malaysian Language The Malaysian language, often referred to as Bahasa Malaysia, Malay, or simply "Malaysian," is similar to Bahasa Indonesia in many ways and is understood in neighboring countries such as Indonesia, Brunei, and Singapore. Locally, the language is commonly referred to simply as "Bahasa." Bahasa means "language" and is often used standalone when referring to the entire family of similar Malay languages spoken in Southeast Asia. Malay Bahasa Melayu and variations are spoken by over 290 million people in Malaysia, Indonesia, Brunei, and Singapore. It's also used in parts of the Philippines and the southern part of Thailand. The words you learn in this flexible language will come in handy all over the region! A country as diverse as Malaysia will inevitably be home to many dialects and variations of the local language, particularly the farther you travel from Kuala Lumpur. The local dialects in Borneo won't sound very familiar at all. Not everyone you meet speaks the same flavor of Bahasa Malaysia. Pronunciation in Bahasa Malaysia Unlike in English, vowel pronunciation in the Malaysian language generally, loosely follows these simple guidelines A — sounds like "ah"E — sounds like "uh"I — sounds like "ee"O — sounds like "oh"U — sounds like "ew" Saying Hello As in Indonesia, you say hello in Malaysia based on the time of day. Greetings correspond with morning, afternoon, and evening, although there aren't really hard guidelines for what time to switch over. All greetings in Malaysia begin with the word selamat sounds like "suh-lah-mat", which also means "safe." Selamat is then followed with the appropriate phase of the day Good Morning Selamat pagi sounds like "pag-ee"Good Afternoon Selamat tengah hari sounds like "teen-gah har-ee"Good Afternoon/Evening Selamat Petang sounds like "puh-tong"Good Night Selamat Malam sounds like "mah-lahm" As with all languages, formalities are often simplified to save effort. Friends will sometimes greet each other by dropping the selamat and offering a simple pagi — the equivalent of greeting someone with "morning" in English. You'll also sometimes hear people shortening a greeting by simply just saying selamat. Note Selamat siang good day and selamat sore good afternoon are more commonly used when greeting people in Bahasa Indonesia, not the Malaysian language—although they will be understood. Times of Day for Greetings Even locals from different parts of Malaysia differ in their usage, so don't worry too much about when afternoon officially fades into evening. If you guess wrong, someone will probably reply with the correct greeting. Informally, you should use selamat pagi good morning until the sun is getting really hot, around 11 or noon. After that, switch to selamat tengah hari good afternoon. After the sun has peaked, maybe around 3 you can switch to selamat petang good late afternoon or evening. Use selamat malam good night when you are leaving at night or going to sleep. Generally speaking, Malaysians don't greet each other with selamat malam. You can continue to say selamat petang even at night until retiring for the day. The Catchall Greeting If all else fails or you are unsure about the time of day, a simple "hello" will work throughout Malaysia. Generic greetings such as "hi" or "hello" aren't formal, but locals will often use them when greeting friends and familiar people. You'll have more fun and be more polite by greeting people using one of the standardized greetings that are based on time of day. Continuing the Conversation After you say hello in Malaysia, be polite and ask how someone is doing. As in English, asking someone "how are you?" can also double as a greeting if you want to forego deciding on the time of day. How are you? apa kabar sounds like "apah ka-bar" Ideally, their response will be kabar baik sounds like "ka-bar bike", which means "fine" or "well." You should respond with the same if asked apa kabar? Saying baik twice is another way to indicate that you are doing just fine. If someone replies to your apa kabar? with tidak baik sounds like "tee-dak bike" or anything else that begins with tidak, they may not being doing so well. Other Potential Greetings When entering or returning, you could potentially hear these friendly greetings in Malaysia Welcome selamat datangWelcome back selamat kembali Saying Goodbye The expression for goodbye depends upon who is staying and who is leaving Goodbye if you are the one leaving selamat tinggal sounds like "teen-gahl"Goodbye if the other person is leaving selamat jalan sounds like "jal-lan" In the context of goodbyes, tinggal means "stay" and jalan means "travel." In other words, you are telling someone to have a good/safe stay or a good/safe travel. For a fun way to say goodbye to a friend, use jumpa lagi sounds like "joom-pah lah-gee", which means "see you around" or "meet again." Sampai jumpa sounds like "sahm-pie joom-pah" will also work as a "see you later," but it's more commonly heard in Indonesia. Saying Goodnight Ordinarily, you would say selamat malam at the end of the day when leaving or going to bed. When actually going to sleep, you can say the final goodnight with selamat tidur. The word tidur means "sleep." Goodnight selamat tidur sounds like "tee-dur"
AssalamualaikumWr. Wb. Puji dan syukur marilah kita kirimkan kehadirat Allah SWT, Tuhan pencipta dan pemilahara alam. Karena hanya semata-semata pertolongan-Nya, pagi hari ini kita dapat berkumpul dalam acara halal bi halal. Semuanya dengan wajah berseri-seri, nampak lebih akrab satu dengan lainnya.
If you know how to say “Welcome” in Bahasa Indonesia, then everything would be easier. Imagine that you can welcome you friend, or your Indonesian friend to your hotel or wherever you stay. Thus, welcoming people in Bahasa Indonesia is quite important for you to learn. Indonesian people like to say welcome to any foreigner. You have no idea how glad they would be if one foreigner can say welcome too in their native language. However, not simply in Indonesia. Having the capability welcome individuals in their own dialects breaks the social ice. Doing as such may separate you from the guests who think just about modest shopping or regular attractions. Demonstrating an enthusiasm for the general population dependably goes far. In the case of nothing else, knowing how to state “Welcome” in the nearby dialect would challenge you to interface with a certain place a bit more. But, relax, you don’t have to memorize all the words in Bahasa Indonesia. Dissimilar to numerous other Asian dialects, Indonesian isn’t tonal. That kills a considerable measure of dissatisfaction while talking. The way of pronunciation is also amazing. Plus, there’s another reward Indonesia utilizes the 26-letter Latin alphabetical system, just like the local English speakers. You may incidentally take in a couple of new words just by perusing some signs. About the Language Bahasa Indonesia — the official dialect of Indonesia — is generally simple to learn contrasted with other tonal Asian dialects, for example, Thai or Mandarin Chinese. Words are articulated much in how they are spelled, except for “c” being articulated as “ch.” Not at all like in English, vowels follow these basic — and unsurprising — elocution rules A – ah E – uh I – ee O – oh U – ew Note Many words In Indonesian were adjusted from Dutch Indonesia was a Dutch state until picking up freedom in 1945. Asbak ashtray and handuk towel are two cases of the numerous things that are a piece of Bahasa Indonesia. Saying “Welcome” How to say “Welcome” in Bahasa Indonesia? Greetings in Indonesia don’t necessarily follow any kind of formal form of respect as in some other Asian languages. This is the way to say “Welcome” in Bahasa Indonesia. Welcome Selamat Datang pronounced “suh-lah-mat dat-ahng” The word “Welcome” can also be followed by another phrase according to the place the person is welcomed. Here is some examples. Welcome home Selamat datang di rumah pronounced “suh-lah-mat dat-ahng dee roo-mah” Welcome to Indonesia Selamat datang di Indonesia pronounced “suh-lah-mat dat-ahng dee Indonesia” Welcome to the office Selamat datang di rumah pronounced “suh-lah-mat dat-ahng dee kahn-tor” Not at all like when saying “Welcome” in Vietnamese and different dialects, you won’t generally need to stress over a mind boggling arrangement of honorifics titles of regard while tending to individuals of changing age. The best approach to state “Welcome” in Indonesian is fundamentally the same for all individuals paying little mind to age and societal position. Saying “Welcome” can actually be followed by another form of greetings, such as the greeting with a regard of time. All greetings in Bahasa Indonesia begin with selamat pronounced “suh-lah-mat”. Greetings Good Day Selamat siang pronounced “suh-lah-mat see-ahng” Good Morning Selamat pagi pronounced “suh-lah-mat pah-gee” Good Afternoon Selamat sore pronounced “suh-lah-mat sor-ee” Good Evening Selamat malam pronounced “suh-lah-mat mah-lahm” Note Sometimes “selamat petang” pronounced “suh-lah-mat puh-tang” is used for “good evening” in a very formal situations. This is used in an informal situasion in Bahasa Malaysia only. Of course, there are sometimes an unclear timing in which one can be confused how to greet. It is natural when some greet in a wrong timing, the opponent will respond with the right one. Not only for foreign, it also happens for the local Indonesian. Sometimes timing differs between regions. Selamat pagi From the morning until around 11 or noon Selamat siang Early day until around 3 Selamat sore From 3 until around 5 depending on daylight condition Selamat malam After dark If you’re close enough to someone, you can say goodbye when he/she is going to sleep. It’s simplytelling someone goodnight, use selamat tidur pronounced “suh-lah-mat tee-dure”. Only use selamat tidur when someone is retiring for the night. Shaking Hands Indonesian handshake won’t be a firm grip, rather just be a simple touch. After the handshake, you can put the hand on your chest the heart as a symbol of respect. Fortunately, you don’t need to bow or do something like any other Asians do, such as in Japan or Cambodia. Asking How Someone Is Doing You can develop your welcome by asking how somebody is getting along. The best approach to ask is “apa kabar” which signifies “how are you?” Interestingly, the strict interpretation is “what’s new/what is the news?” The right answer is baik pronounced “bicycle” which signifies “well” or “great.” Sometimes it is said twice baik, baik. Ideally whomever you are asking doesn’t reply, tidak bagus or tidak baik — “not great”, it means they’re just fine. If they answer with saya sakit, look out they are literally sick. In the event that somebody asks you “apa kabar?” The best reaction is by saying ”kabar baik” I am fine/well. In another event, “Kabar baik” likewise also signifies “Good news.” But, don’t worry as Indonesian people will not confuse the two. Saying Goodbye Now that you know how to say “Welcome” in Indonesia, knowing how to say a proper goodbye will close the interaction on the same friendly note. When telling a someone goodbye, you can use the following phrases If you are the one leaving while other stay Selamat tinggal pronounced “teen-gal” If you are staying while other leave Selamat jalan pronounced “jal-lan” However, the above sayings are quite uncommon, even for the local as it is too formal. If there’s possibility to see each other again, then use something like this Sampai jumpa Pronounced “sahm-pai joom-pah” See you later Jumpa lagi Pronounced “joom-pah log-ee” See you again / meet again Well, that’s how to say “Welcome” in Bahasa Indonesia. We hope you learn it well! 9GEV.
  • 8atfauf6c7.pages.dev/57
  • 8atfauf6c7.pages.dev/420
  • 8atfauf6c7.pages.dev/244
  • 8atfauf6c7.pages.dev/813
  • 8atfauf6c7.pages.dev/437
  • 8atfauf6c7.pages.dev/350
  • 8atfauf6c7.pages.dev/814
  • 8atfauf6c7.pages.dev/249
  • 8atfauf6c7.pages.dev/923
  • 8atfauf6c7.pages.dev/749
  • 8atfauf6c7.pages.dev/140
  • 8atfauf6c7.pages.dev/720
  • 8atfauf6c7.pages.dev/70
  • 8atfauf6c7.pages.dev/160
  • 8atfauf6c7.pages.dev/555
  • bahasa nias selamat datang